ADVERTISEMENT

Pakar Medis AS Minta China Rilis Rekam Medis Peneliti Lab Wuhan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 11:22 WIB
Dr. Anthony Fauci , director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases speaks during a meeting with US President Donald Trump and Louisiana Governor John Bel Edwards D-LA in the Oval Office of the White House in Washington, DC on April 29, 2020. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Dr Anthony Fauci (dok. AFP/MANDEL NGAN)
Washington DC -

Pakar medis terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, menyerukan kepada China untuk merilis rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan yang jatuh sakit sebelum pandemi virus Corona (COVID-19) diumumkan ke publik awal tahun lalu.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sedikitnya tiga peneliti laboratorium Institut Virologi Wuhan jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit pada musim gugur tahun 2019, dengan gejala-gejala yang konsisten dengan COVID-19 dan penyakit musiman biasa. Wuhan menjadi lokasi awal terdeteksinya kasus Corona di China.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (4/6/2021), Fauci menyampaikan seruan itu kepada China dengan menilai bahwa rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan mungkin memberikan petunjuk penting soal kemunculan awal virus Corona, terutama soal teori kebocoran laboratorium yang belakangan kembali mencuat.

"Saya ingin melihat rekam medis tiga orang yang dilaporkan jatuh sakit tahun 2019. Apakah mereka sungguh-sungguh sakit, dan jika demikian, sakit apa mereka?" cetus Fauci yang merupakan pakar penyakit menular terkemuka AS, seperti dilaporkan media Financial Times.

Asal-usul virus Corona masih menjadi perdebatan panas, dengan badan-badan intelijen AS masih memeriksa laporan soal para peneliti di laboratorium Wuhan yang mengalami sakit serius akhir tahun 2019, atau sebulan sebelum kasus pertama Corona dilaporkan di China.

Para ilmuwan maupun pejabat China secara konsisten membantah teori kebocoran laboratorium. Otoritas China bahkan menyebut virus Corona bisa saja telah beredar di wilayah-wilayah lainnya sebelum terdeteksi di Wuhan, dan mungkin masuk ke China melalui pengiriman impor makanan beku atau penjualan hewan liar.

Financial Times melaporkan bahwa Fauci sendiri masih meyakini virus Corona pertama kali ditularkan ke manusia melalui hewan. Dia juga menekankan jika para peneliti laboratorium Wuhan terkena COVID-19, mereka bisa saja tertular dari masyarakat yang lebih luas.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT