China Respons Sumpah Serapah Menlu Filipina soal Kapal di LCS

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 23:49 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Bendera China (Foto: Internet/ebcitizen.com)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, melontarkan komentar berisi sumpah serapah yang meminta kapal-kapal China meninggalkan perairan Laut China Selatan (LCS) yang menjadi sengketa. China pun merespons dengan mendesak Filipina untuk mematuhi 'etika dasar'.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mendesak Filipina untuk menghormati kedaulatan dan yurisdiksi negara serta berhenti mengambil tindakan yang memperumit situasi.

"Fakta telah berulang kali membuktikan bahwa diplomasi mikrofon tidak dapat mengubah fakta, tetapi hanya dapat merusak rasa saling percaya," kata Kemlu China, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (4/5/2021).

"Diharapkan orang-orang terkait di Filipina akan mematuhi tata krama dasar dan posisi mereka saat memberikan sambutan," lanjutnya.

Kemlu China mengutip komentar Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahwa perbedaan antara negara dengan masalah individu seharusnya tidak mempengaruhi persahabatan dan kerja sama.

"China selalu bekerja, dan akan terus bekerja dengan Filipina, untuk menyelesaikan perbedaan dengan benar dan memajukan kerja sama melalui konsultasi persahabatan," tulis Kemlu China.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan dilalui sekitar $ 3 triliun perdagangan kapal setiap tahun. Pada tahun 2016, pengadilan arbitrase di Den Haag memutuskan bahwa klaimnya tidak sesuai dengan hukum internasional.

"Saya tidak akan memohon provokasi terakhir sebagai alasan untuk kehilangannya, tetapi jika Wang Yi mengikuti Twitter maka saya minta maaf karena telah menyakiti perasaannya," kata Locsin di Twitter pada hari Selasa, mengacu pada pejabat tinggi pemerintah China.

Sebelumnya, seperti dilansir Reuters, Senin (2/5), komentar Locsin itu dilontarkan setelah Filipina melayangkan protes terkait apa yang disebut sebagai kehadiran 'ilegal' ratusan kapal China di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina (ZEE).

"China, kawan saya, bagaimana saya menyampaikannya secara sopan? Coba saya lihat... O... GET THE F**K OUT," tulis Locsin dalam akun Twitter pribadinya, dengan menggunakan kata sumpah serapah. Locsin selama ini dikenal kerap melontarkan komentar keras.

"Apa yang Anda lakukan terhadap persahabatan kita? Anda. Bukan kami. Kami mencoba. Anda. Anda seperti orang bodoh yang memaksakan perhatian Anda pada seorang pria tampan yang ingin menjadi teman; bukan menjadi ayah dari sebuah provinsi China..." imbuhnya menggunakan perumpamaan.

(eva/jbr)