International Updates

Turki Geram Erdogan Dihina Koran Yunani, WHO Sebut Kematian Corona Tinggi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 17:56 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan addresses the 73rd session of the United Nations General Assembly at U.N. headquarters in New York, U.S., September 25, 2018. REUTERS/Carlo Allegri
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: REUTERS/Carlo Allegri)

Seorang juru bicara Kepolisian Metropolitan London mengatakan: "Kami mengetahui insiden dalam penerbangan ke Inggris pada hari Jumat, 18 September, dan kami menangani masalah ini dengan sangat serius.

- Presiden Peru Selamat dari Pemakzulan

Presiden Peru Martin Vizcarra selamat dari pemungutan suara impeachment (pemakzulan) di Kongres karena lawan-lawannya gagal memenangkan suara yang diperlukan untuk menggulingkannya dari kekuasaan.

Kongres Peru pekan lalu telah memilih untuk membuka proses pemakzulan terhadap presiden berusia 57 tahun itu karena "ketidakmampuan moral" atas tuduhan dia menghasut para pembantunya untuk berbohong kepada penyelidik anti korupsi.

Setelah debat selama 10 jam dalam voting yang digelar pada Jumat (18/9) waktu setempat, hanya 32 legislator yang memberikan suara untuk pemecatannya, sementara 78 memilih menentang dan 15 abstain.

Pihak oposisi membutuhkan 87 suara dari 130 suara untuk memecat pemimpin populer tersebut.

- Turki Kutuk Berita Utama di Surat Kabar Yunani yang Menghina Erdogan

Pemerintah Turki mengutuk berita utama di surat kabar Yunani yang menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan. Turki mendesak Athena untuk mengambil tindakan.

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar Yunani untuk membahas berita utama di surat kabar Dimokratia, yang juga tersedia di situsnya tersebut.

Judul "Siktir Git Mr. Erdogan", yang berarti "pergi" dalam bahasa Turki, muncul di sebelah foto Erdogan di surat kabar Yunani, yang juga menambahkan terjemahan bahasa Inggris.

- Protes Normalisasi Hubungan dengan Israel, Warga Bahrain Gelar Demo

Puluhan orang menggelar aksi protes di Bahrain terhadap normalisasi hubungan pemerintah negara tersebut dengan Israel. Aksi demo seperti ini jarang terjadi di kerajaan kecil kaya minyak itu.

Dalam rekaman video yang beredar, yang diverifikasi oleh koresponden AFP di wilayah Teluk, menunjukkan demonstran mengibarkan bendera Bahrain dan Palestina di desa berpenduduk Syiah Abu-Saiba, dekat ibu kota Manama pada Jumat (18/9) waktu setempat.

Para demonstran seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/9/2020) meneriakkan "Normalisasi adalah pengkhianatan" saat mereka turun ke jalan-jalan.

Halaman

(ita/ita)