International Updates

Turki Geram Erdogan Dihina Koran Yunani, WHO Sebut Kematian Corona Tinggi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 17:56 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan addresses the 73rd session of the United Nations General Assembly at U.N. headquarters in New York, U.S., September 25, 2018. REUTERS/Carlo Allegri
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta -

Pemerintah Turki mengutuk berita utama di surat kabar Yunani yang menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan. Turki mendesak Athena untuk mengambil tindakan.

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar Yunani untuk membahas berita utama di surat kabar Dimokratia, yang juga tersedia di situsnya tersebut.

Judul "Siktir Git Mr. Erdogan", yang berarti "pergi" dalam bahasa Turki, muncul di sebelah foto Erdogan di surat kabar Yunani, yang juga menambahkan terjemahan bahasa Inggris.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (19/9/2020):

- WHO Sebut Angka Kematian Akibat Corona di Dunia Sangat Tinggi

Korban jiwa akibat virus Corona terus berjatuhan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut jumlah kematian mingguan global akibat COVID-19 yang mencapai sekitar 50.000 nyawa sangatlah tinggi.

Hal itu disampaikan WHO pada Jumat (18/9) waktu setempat seiring mendekatinya angka satu juta kematian.

WHO mengatakan bahwa meskipun tingkat kematian dan infeksi global dari virus Corona tidak berubah secara eksponensial, angka di seluruh dunia tersebut menutupi lonjakan di tingkat regional dan lokal yang lebih rendah.

Penyakit pernapasan ini telah menewaskan hampir 947.000 orang sejak wabah muncul di China Desember 2019 lalu, menurut penghitungan dari sumber resmi yang dikumpulkan oleh AFP, sementara lebih dari 30,2 juta kasus infeksi telah tercatat.

- Pistolnya Tertinggal di Pesawat, Pengawal Menlu Inggris Dicopot

Seorang pengawal Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Dominic Raab telah "dicopot dari tugas operasional" setelah meninggalkan senjata apinya di dalam pesawat saat pulang dari Amerika Serikat.

Menurut surat kabar The Sun seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/9/2020), pistol semi-otomatis yang terisi peluru ditemukan di kursi oleh petugas pembersih setelah pesawat mendarat di Bandara Heathrow, London pada Jumat (18/9) pagi waktu setempat.

Raab berada di Washington, AS minggu ini untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Ketua Dewan Perwakilan Demokrat Nancy Pelosi.

Simak video 'Ikut Campur Laut Mediterania, Erdogan Kecam Presiden Prancis':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2