ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Saya Bikin Merek Roti Beda Huruf dengan Brand Terkenal, Apa Kena Pidana?

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 09:52 WIB
A rustic high contrast still life of bread and wine, representing the Last Supper of Jesus Christ, his blood and body.  The elements rest on a weathered gray wood background.  Vertical with copy space.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanJLane)
Jakarta -

Di negara maju, merek menjadi bagian entitas bisnis yang sangat memegang kunci. Bahkan bisa mencapai harga ratusan miliar hingga triliunan. Bagaimana bila ada merek yang mirip?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate sebagai berikut:

Selamat pagi detik's Advocate,

Saya akan memulai usaha makanan (kue kering dan cake), saya sudah punya NIB dan P-IRT dan saya tinggal di Bandung.

Yang menjadi perhatian saya adalah karena saya belum bisa menemukan merek untuk produk saya. Maka saya daftarkan perizinan usaha dengan merek memakai nama saya. Kebetulan nama saya sama dengan nama toko kue terkenal di Bandung, hanya beda nama belakang saja.

Apakah saya akan terkena gugatan karena memakai nama yang mirip tersebut, meskipun nanti saya akan mendaftarkan merek dagang saya ke HAKI?

Mengingat saya juga ingin kelak memasukkan produk saya ke toko/supermarket.

Terima kasih,
Salam hormat,

Pembaca lain juga bisa mengirim pertanyaan seputar hukum yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com

Untuk menjawab pertanyaan pembaca detik's Advocate di atas, kami meminta pendapat advokat Krismawan Hadiwinata, S.H., M.Kn. Berikut penjelasan lengkapnya:

Penuntutan Hak Atas Merek di Indonesia

Secara Perdata

Berdasarkan Pasal 83 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek) dinyatakan bahwa:

Pemilik Merek terdaftar dan/atau penerima Lisensi Merek terdaftar dapat mengajukan gugatan terhadap pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang dan/atau jasa yang sejenis berupa:
a. gugatan ganti; dan/atau
b. penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan Merek tersebut.

Secara Pidana

Berdasarkan Pasal 100 ayat (1), (2), (3) UU Merek dinyatakan bahwa:

Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah).

Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah).

Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), yang jenis barangnya mengakibatkan gangguan kesehatan, gangguan lingkungan hidup, dan/atau kematian manusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

Berdasarkan Pasal 102 UU Merek dan IG dinyatakan bahwa:

Setiap Orang yang memperdagangkan barang dan/atau jasa dan/atau produk yang diketahui atau patut diduga mengetahui bahwa barang dan/atau jasa dan/atau produk tersebut merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 dan Pasal 101 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT