ADVERTISEMENT

detik's Advocate

KTP Saya Surakarta dan Suami di Kaltim, ke Pengadilan Mana Gugat Cerainya?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 09:15 WIB
ilustrasi cerai
Foto: iStock
Jakarta -

Perceraian bagi pasangan muslim dilakukan di Pengadilan Agama. Namun di kabupaten/kota mana dilakukan bila pasangan tidak dalam satu wilayah?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Selamat siang, saya Murti, di Bekasi

Saat ini saya berdomisili di Bekasi. KTP saya Surakarta, dulu saya menikah di KUA Giritontro, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Setelah menikah KTP ikut pindah alamat yaitu Surakarta.

Terhitung sejak Oktober 2020, suami saya tidak pernah memberikan uang nafkah. Awalnya saya niat ke Bekasi untuk bekerja, untuk membantu keuangan keluarga kami. Kami menikah juli 2017, belum mempunyai anak.

Suami saya seorang anggota TNI , awalnya tugas di Surakarta, kemudian pindah tugas ke daerah asalnya Kalimantan Timur sejak Desember 2020

Yang saya tanyakan, bisakah saya mengajukan gugatan cerai di Bekasi?
Kemudian apakah saya harus memberitahu kepada batalyon/kesatuan tempat suami saya berdinas?

Bisakah saya menggugat cerai suami saya tanpa melibatkan urusan militer?

Terima kasih

Murti
Bekasi

Untuk menjawab pertanyaan pembaca detik's Advocate di atas, kami meminta pendapat ABDUL HAMIM JAUZIE, S.H., M.H, Managing Partner Alecco: Advocates & Legal Consultants. Berikut penjelasan lengkapnya:

Halo Ibu Murti,

Saya turut prihatin dengan kondisi Ibu yang sejak 2020 tidak lagi diberikan nafkah oleh suami. Untuk persoalan ini, sebaiknya Ibu berkirim surat kepada atasan suami. Ibu sampaikan saja kondisi yang sebenarnya. Dengan bersurat, semoga suami kembali memberikan nafkah sebagai kewajibannya.

Apa yang dilakukan suami Ibu juga merupakan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam bentuk psikis dan penelantaran ekonomi sebagaimana diatur dalam UU Penghapusan KDRT.

Perihal rencana Ibu yang ingin mengajukan gugatan perceraian, karena Ibu beragama Islam, maka Ibu bisa mengajukan ke pengadilan agama di mana saat ini Ibu berdomisili (Pasal 73 UU No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama).

Dalam pertanyaan yang Ibu sampaikan, tidak disebutkan Ibu tinggal di Kota Bekasi atau di Kabupaten Bekasi. Jika Ibu tinggal di Kota Bekasi, Ibu bisa mengajukan gugatan di Pengadilan Agama (PA) Bekasi, dan jika Ibu tinggal di Kabupaten Bekasi, Ibu bisa mengajukan gugatan di PA Cikarang. Ibu datang saja dengan membawa akta nikah dan KTP. Ibu nanti akan dibantu oleh petugas di bagian Layanan Hukum.

Bisakah Saya Menggugat Cerai Suami Saya Tanpa Melibatkan Urusan Militer?

Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 10 Tahun 2020, SEMA No. 5 Tahun 1984 mengatur jika Ibu mengajukan gugatan, maka harus memberitahukan atasan suami. Namun demikian, jika Ibu tidak memberitahukan bukan berarti tidak bisa mengajukan gugatan perceraian.

Gugatan tetap dapat didaftarkan ke pengadilan, dan kemudian hakim akan menunda persidangan selama 6 (enam) bulan. Penundaan sidang kemudian diberitahukan kepada atasan suami Ibu oleh pengadilan.

Jika ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan Ibu sampaikan kembali pertanyaan kepada detik's advocate. Saya dengan senang hati akan menjawab pertanyaan Ibu.

Demikian.
Semoga dimudahkan dalam menyelesaikan masalah hukum Ibu.

Salam hormat,


ABDUL HAMIM JAUZIE, S.H., M.H.

Managing Partner Alecco: Advocates & Legal Consultants

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

detik's advocatedetik's advocate

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke e-mail: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

(asp/asp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT