ADVERTISEMENT

Gerak Maju DPR Saat Bu Santi Berharap Ganja Medis untuk Anak

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 08:00 WIB

Komisi IX DPR Nilai Harus Mulai Kajian Ganja Medis

Wakil Ketua Komisi IX F-PDIP DPR RI Charles Honoris menilai Indonesia perlu memulai kajian terkait manfaat ganja bagi medis. Kajian tersebut menurut Charles secara ilmiah untuk meninjau manfaat ganja.

"Indonesia harus sudah memulai kajian tentang manfaat tanaman ganja (Cannabis sativa) untuk kepentingan medis. Kajian medis yang obyektif ini akan menjadi legitimasi ilmiah, apakah program ganja medis perlu dilakukan di Indonesia," ujar Charles Honoris kepada wartawan, Senin (27/6).

Ia mengatakan pada akhir 2020 ganja dan resin ganja telah dikeluarkan dari Golongan IV Konvensi Tunggal tentang Narkotika. Jadi, menurutnya, ganja telah dihapus dari daftar narkoba.

"Pada akhir 2020, Komisi Narkotika PBB (CND) sudah mengeluarkan ganja dan resin ganja dari Golongan IV Konvensi Tunggal tentang Narkotika tahun 1961. Artinya, ganja sudah dihapus dari daftar narkoba paling berbahaya yang tidak memiliki manfaat medis. Sebaliknya, keputusan PBB ini menjadi pendorong banyak negara untuk mengkaji kembali kebijakan negaranya tentang penggunaan tanaman ganja bagi pengobatan medis," tuturnya.

Ia menuturkan saat ini telah lebih dari 50 negara yang memiliki program ganja medis. Ia menilai riset saat ini perlu dilakukan meski belum diketahui akan ada atau tidaknya program ganja medis di Indonesia. Charles mengatakan riset itu semata untuk kepentingan kemanusiaan.

"Riset medis harus terus berkembang dan dinamis demi tujuan kemanusiaan. Demi menyelamatkan kehidupan Pika, dan anak penderita radang otak lain, yang diyakini sang ibunda bisa diobati dengan ganja. Negara tidak boleh tinggal berpangku tangan melihat 'Pika-Pika' lain yang menunggu pemenuhan hak atas kesehatannya," sambungnya.

Ibu Santi Warastuti yang memperjuangkan penggunaan ganja medis untuk pengobatan anaknya, menemui Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Bu Santi sebelumnya sudah menyurati Mahkamah Konstitusi perihal gugatan ganja medis yang tak kunjung diputus.Ibu Santi Warastuti yang memperjuangkan penggunaan ganja medis untuk pengobatan anaknya, menemui Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Bu Santi sebelumnya sudah menyurati Mahkamah Konstitusi perihal gugatan ganja medis yang tak kunjung diputus. (Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya/detikcom)

Ibu Santi Temui Pimpinan DPR

Ibu Santi kemudian menemui Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad terkait ganja medis. Mereka bertemu di ruang pimpinan DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Santi menemui Dasco dengan didampingi kuasa hukum ganja medis, Sigih Tomi Gumilang. Pertemuan Dasco, Santi, dan kuasa hukum itu berlangsung sekitar 30 menit.

"Hari ini saya kedatangan Ibu Santi Warastuti, orang tua dari Pika yang mengalami sakit yang kemarin viral mengenai ganja medis dan didampingi pengacara yang mengajukan judicial review di Mahkamah Konstitusi terkait legalisasi ganja untuk medis," kata Dasco usai pertemuan dengan Santi dan kuasa hukum di ruangannya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT