ADVERTISEMENT

Bahas Manfaat-Mudarat Ganja Medis, Komisi III DPR Akan Rapat Pekan Ini

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 18:59 WIB
Politikus Gerindra Desmond J Mahesa (Tsarina/detikcom)
Politikus Gerindra Desmond J Mahesa (Tsarina/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengatakan isu penggunaan ganja untuk kepentingan medis akan dibahas di rapat dengar pendapat (RDP) pada pekan ini. Desmond mengatakan akan menampung aspirasi masyarakat terkait dorongan legalisasi ganja medis di Indonesia.

"Rencananya ada laporan, kemungkinan kalau kosong Kamis akan saya panggil untuk mendengar," kata Desmond kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Desmond mengatakan bakal turut mengundang ahli farmasi dalam membahas isu itu. Namun dia menyebut masih akan mendengarkan aspirasi dari masyarakat terlebih dahulu.

"Itu sesudahnya (mengundang ahli farmasi). Kita dengarkan dulu masukan dari masyarakat, baru nanti dokter dan macam-macam ahli kita undang, minta masukan terhadap perubahan zat itu," ujar Desmond.

Lebih lanjut Desmond akan menelusuri nilai manfaat dan mudarat dari penggunaan ganja di dunia medis. Dia merujuk pada negara Belanda dan Thailand yang telah menerapkan legalisasi ganja medis.

Dia menyebut hal itu akan dibicarakan pula dalam RDP pembahasan revisi Undang-Undang Narkotika.

"Kita lihat dulu nilai manfaatnya dan mudaratnya. Sementara ini kan ada kajian, ternyata nilai manfaatnya bagi kesehatan dan ekonomi itu luar biasa sekali. Mudaratnya kecil sekali, itu menurut informasi dari kesehatan," katanya.

"Kenapa di Belanda di Thailand itu dibebaskan, ini kita kaji. Apakah dengan potensi secara ekonomi dan kesehatan itu. Nah, catatan-catatan inilah yang akan kami bicarakan pada saat pembahasan UU Narkotika," lanjutnya.

Diketahui, ganja medis belakangan jadi perbincangan setelah Santi Warastuti menyuarakan permintaannya terkait legalisasi ganja medis untuk pengobatan anaknya saat car free day (CFD) Bundaran HI, Minggu (26/6) lalu. Santi meminta bantuan ganja untuk pengobatan anaknya yang mengidap cerebral palsy.

Santi juga mengirimkan surat terbuka kepada MK. Sebab, sudah 2 tahun sidang itu digelar, tetapi tidak kunjung menghasilkan putusan.

(fca/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT