ADVERTISEMENT

6 Hal tentang Viral Pria Colek Anak di Bintaro Diduga ODGJ

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 07:47 WIB
Poster
Ilustrasi pelecehan (Edi Wahyono/detikcom)

Penjelasan Ortu Korban

DY (25), ibunda anak yang dicolek-colek pria berinisial ABS (33) di Mal di Bintaro, Tangerang Selatan, buka suara terkait pelecehan yang menimpa anaknya. DY mengungkap kronologi anaknya dicolek-colek oleh pelaku.

"Jadi saya lagi ngobrol sama anak saya. Anak saya kan tingginya selengan saya, ya. Saya lagi ngobrol sama dia karena mau nonton Tayo, itu kan ada acara live show Tayo," ujar DY saat dihubungi detikcom, Senin (27/6/2022).

DY menjelaskan saat itulah tiba-tiba pelaku datang dan mencolek anaknya. Anak DY berjenis kelamin laki-laki berusia 7 tahun.

"Jadi waktu mendadak orang ini datang dari arah belakang saya langsung nyolek," katanya.

DY menjelaskan, saat anaknya dipegang pelaku, posisi dia sedang mengobrol berhadap-hadapan dengan anaknya. Karena itu, menurutnya, ia melihat jelas perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap anaknya.

"Anak saya tuh di depan, gimana saya tidak lihat, orang lagi ngobrol sama saya, terus dia langsung tetap jalan. Dia (pelaku) pakai maskernya di dagu, jadi saya bisa lihat dia noleh ke saya dia senyum-senyum kayak senyum puas dan nakal gituloh," tuturnya.

Karena hal tersebut, dia mengaku kesal bukan kepalang dan mengejar pelaku yang juga berusaha kabur. Ia mengaku tidak dapat mencegah tindakan tangan dari pelaku.

"Dia (pelaku) datang dari arah belakang saya, nggak bisa melihat dia datang kan. Saya lagi ngobrol ke anak saya. Anak saya lagi ngobrol sama saya lihat ke anak saya, terus pelaku datang dari arah belakang saya. Terus tangannya langsung set... dari arah belakang kanannya langsung masuk dan memegang perut anak saya," ungkapnya.

Ortu Sepakat 'Tahan' Laporan

Polisi menyebutkan orang tua korban menerima hasil mediasi setelah mengetahui pelaku, ABS (33), adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, ibu korban, DY, membantah bahwa kasusnya berakhir damai, melainkan hanya 'di-hold' untuk sementara waktu.

Menurut DY, kasus itu tidak berakhir damai begitu saja, tetapi 'di-hold'. DY mengatakan belum ada keterangan dari psikiater yang menyebutkan bahwa pelaku ODGJ sehingga menurutnya laporannya 'di-hold' dulu.

"(Pelaku) diajak ngomong juga tidak jawab atau jawabnya juga ke mana-mana akhirnya polisi menduga bahwa dia gila. Itu kan belum ada surat dari ahlinya psikolog atau psikiater yang menyatakan bahwa dia ODGJ, akhirnya kemarin di-hold," kata DY saat dihubungi detikcom, Senin (27/6/2022).

DY mengaku pihaknya membuat surat pernyataan atau kesepakatan laporannya ditunda dahulu. Laporannya ditunda sampai ada kepastian soal kondisi kejiwaan pelaku dari pihak rumah sakit.

"Kita membuat surat pernyataan kesepakatan bersama, oke kita tunda dulu melapornya, tapi kita harus pastikan dulu orang ini dicek sama yang ahli. Makanya (pelaku) dibawa ke RSJ Serpong," katanya.

DY mengatakan pelaku dirujuk ke RSJ Bogor untuk diobservasi kejiwaannya. DY meminta pelaku dirawat di RSJ dalam waktu yang lama jika memang benar pelaku ini ODGJ.

"Tapi siang tadi dipindahkan RSJ Bogor udah dipindah ke sana untuk diobservasi sampai nanti keluar suratnya kalau misalnya dia ODGJ kami minta supaya dia dikurung di RSJ dengan waktu yang lama," tambahnya.

Jika hasil observasi pelaku dinyatakan normal, maka ia akan membuat laporan polisi.

"Pastinya harus sampai lama lah dia masuk RSJ. Tapi kalau ternyata hasil observasinya itu normal tidak termasuk ODGJ dan bisa diproses kita masukan lagi laporannya. Kemarin dari polisi bilangnya kalau dia gila laporannya tidak bisa diterusin ya udah kalau gitu kita sepakat untuk periksa dulu nge-hold dulu," tuturnya.


(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT