Giliran Presiden Kolombia yang Dituding Trump Bandar Narkoba

Giliran Presiden Kolombia yang Dituding Trump Bandar Narkoba

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 06 Jan 2026 06:02 WIB
Giliran Presiden Kolombia yang Dituding Trump Bandar Narkoba
Donald Trump saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan AS Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat. (Getty Images via AFP/JOE RAEDLE)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan tuduhan Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai pengedar narkoba. Meradang, Petro menolak keras tuduhan Trump.

Tuduhan Trump dilontarkan usai pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1), membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kursi Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1), Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap Kolombia.

Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu "juga sangat sakit" dan "dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat."

"Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama," tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1).

Saat ditanya wartawan apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu berkata: "Kedengarannya bagus bagi saya."

"Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump tanpa bukti.

Petro Bantah Tuduhan Trump

Presiden Kolombia Gustavo Petro menolak tuduhan Trump dengan mengatakan "namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan."

"Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump," tulis Petro di platform media sosial X.

Handout picture released by Colombia's Presidency press office showing Colombian President Gustavo Petro speaking during an official TV program in Bogota on March 12, 2024. (File photo: AFP)Presiden Kolombia Gustavo Petro. (dok. AFP)

"Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian," ujarnya.

Petro telah mengkritik keras aksi militer pemerintahan Trump di Amerika Selatan dan menuduh Washington menculik Maduro "tanpa dasar hukum."

Dalam unggahan selanjutnya di X pada Minggu (4/1), Petro menambahkan, "teman tidak boleh mengebom."

Kementerian Luar Negeri Kolombia menyebut ancaman presiden AS itu sebagai "campur tangan yang tidak dapat diterima" dan menuntut "penghormatan."

Kolombia dan Amerika Serikat adalah sekutu militer dan ekonomi utama di kawasan itu, tetapi hubungan mereka telah tegang belakangan ini. Sejak awal masa jabatan kedua Trump, kedua pemimpin tersebut kerap berselisih mengenai isu-isu seperti tarif dan kebijakan migrasi.

Tonton juga video "Usai Venezuela, Trump Kini Targetkan Kolombia, Kuba, dan Meksiko?"

Halaman 2 dari 2
(rfs/dek)


Berita Terkait