ADVERTISEMENT

Perspektif

Nama-nama Potensial Capres 2024 Sudah Cukup Menarik untuk Cegah Golput?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 10 Jun 2022 18:31 WIB
Tokoh-tokoh yang sering berseliweran masuk bursa capres potensial 2024. (Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom)
Tokoh-tokoh yang sering berseliweran masuk bursa capres potensial 2024. (Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom)

Sudah ada yang semenarik Jokowi dulu di era kini?

Di dua pemilu terakhir, ada dua pilihan nama capres berdaya tarik kuat. Akhirnya Joko Widodo (Jokowi) saat itu dipilih rakyat menjadi Presiden RI. Apakah saat ini sudah ada nama yang semenarik Jokowi di era jelang Pilpres 2014 atau Pilpres 2019?

"Waktu Jokowi maju pilpres dulu, situasinya sedang tidak ada petahana pada Pilpres 2014. Maka Jokowi mendapat momentumnya," kata Arya. Selanjutnya pada Pilpres 2019, Jokowi masih maju sebagai petahana dengan daya tarik yang kuat. Saat itu tidak ada calon lain kecuali Prabowo.

Joko Widodo atau yang lebih sering disebut Jokowi berkampanye di Jembatan Marto, Kampung Serdang, Kemayora, Jakarta, Sabtu (15/9). File/detikFoto.Joko Widodo (File/detikFoto. Foto: Jhoni Hutapea)

"Makanya calon-calon potensial baru muncul di 2024," kata Arya Fernandes dari CSIS.

Meski begitu, cara-cara menarik simpati publik pada 10 tahun lalu diprediksinya tak akan efektif lagi untuk Pilpres 2024. Internet sudah semakin cepat, masyarakat semakin kritis, selera berubah, modus-modus berpolitik juga perlu beradaptasi. Publik kekinian bakal lebih tertarik mencermati pencapaian, kinerja, dan visi politik si capres ketimbang gimik-gimik superfisial.

"Demografi pemilih berubah, style pemimpin yang mereka (calon pemilih) suka juga berubah. Cara 10 tahun lalu sudah tidak efektif untuk sekarang," kata dia.


(dnu/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT