ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Eks Suami Ninggalin Harta Gono-gini di Rumah, Bolehkah Saya Buang?

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 09:36 WIB
Ilustrasi perceraian
Ilustrasi (iStock)

Adapun analisis hukum terkait harta bawaan mantan suami/istri sebagaimana saya sebutkan sebelumnya adalah sebagai berikut :

Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

Pasal 35 yang dimaksud harta perkawinan yaitu harta bersama dengan harta bawaan. Harta bersama ialah harta yang didapat pada saat perkawinan, sedangkan harta bawaan ialah harta yang didapat sebelum adanya perkawinan.

Dikarenakan saudara tidak membuat perjanjian kawin sebelumnya Konsekuensi hukumnya ialah mantan suami dan mantan istri harus melakukan pembagian harta atas harta bersama pasca bercerai.

Dalam hal pertanyaan saudara mantan suami anda haruslah terlebih dahulu mengajukan gugatan pembagian harta gono gini, dikarenakan sebelumnya pada saat proses perceraian tidak bisa diajukan sekaligus atau bersamaan pada saat mengajukan gugatan cerai karena baik itu gugatan cerai maupun gugatan pembagian harta gono-gini masing masing berdiri sendiri dan mempunyai inti perkara yang berlainan.

Hal ini saya sadur berdasarkan Yurisprudensi Mahakamah Agung No 913 K/Sip/1982, tanggal 21 Mei 1983, yang menyatakan "Gugatan mengenai perceraian tidak dapat digabungkan dengan gugatan harta benda perkawinan" dan Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 1020 K/Pdt/1986, tanggal 29 September 1987, yang mengatakan "....demikian pula tuntutan pembagian harta bersama tidak dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan perceraian."

Oleh karena itu, gugatan pembagian harta bersama baru bisa diajukan apabila perceraian sudah mendapat putusan yang berkekuatan hukum tetap, gugatan pembagian harta bersama tidak bisa diajukan sekaligus atau bersamaan pada saat mengajukan gugatan cerai karena masing-masing gugatan berdiri sendiri dan mempunyai substansi yang berlainan. Hal ini sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung No 913 K/Sip/1982, tanggal 21 Mei 1983, yang menyatakan "Gugatan mengenai perceraian tidak dapat digabungkan dengan gugatan harta benda perkawinan" dan Yurisprudensi Mahkamah Agung No 1020 K/Pdt/1986, tanggal 29 September 1987, yang mengatakan "....demikian pula tuntutan pembagian harta bersama tidak dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan perceraian."

Oleh karena itu, gugatan pembagian harta bersama baru bisa diajukan apabila perceraian sudah mendapat putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Lebih lanjut baca berita berikut ini.

Demikian semoga bermanfaat.Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

Salam

R. Achmad Zulfikar Fauzi, S.H.

Advokat Freelance di R. S.N and Partner, Associates di Ongko Purba and Partner, Anggota Advokat Alumni Unsoed, dan Anggota Peradi DPC Jakarta Pusat.

Baca berita lengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT