ADVERTISEMENT

Jadi Tumpuan Keluarga Bikin PPSU Perekayasa Begal Lepas dari Jerat Pidana

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Mei 2022 04:07 WIB
Petugas PPSU Kelurahan Mangga Dua Selatan, Ray Prama Abdulla (28), korban begal di Jakpus
Petugas PPSU Kelurahan Mangga Dua Selatan, Ray Prama Abdulla (28). (Foto: Anggi/detikcom)
Jakarta -

Kebohongan petugas PPSU Ray Prama Abdullah (28) soal dirinya menjadi korban begal terbongkar polisi. Meski begitu, polisi tak menjerat Ray Prama dengan ancaman pidana.

Ada pertimbangan khusus yang membuat polisi tak membawa Ray ke jalur hukum. Salah satunya karena pelaku merupakan tulang punggung keluarga.

"Penyidik menilai bahwa perkara tersebut dapat ditempuh melalui jalur lain di luar hukum pidana dengan memegang asas ultimum remedium yang merupakan salah satu asas yang terdapat di dalam hukum pidana Indonesia, sehingga penyidik mengambil keputusan untuk tidak menempuh jalur hukum karena jalur hukum bukan jalan terakhir," ujar Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/4/2022).

3 Alasan Polisi Tak Pidana Petugas PPSU

Maulana mengungkapkan ada tiga alasan penyidik tidak memproses Ray Prama atas kebohongannya yang merekayasa kasus begal. Salah satunya mengingat petugas PPSU tersebut merupakan tulang punggung keluarga.

"Kemudian yang kedua, yang bersangkutan memiliki anak balita yang masih membutuhkan peran seorang ayah," ujar Maulana.

Alasan ketiga, polisi mempertimbangkan tak mempidanakan Ray karena sudah mengakui kesalahannya. Ray juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan lain yang melanggar hukum.

"Yang ketiga, yang bersangkutan mengakui bersalah atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran hukum lainnya," imbuh Maulana.


Baca di halaman selanjutnya: petugas PPSU bohong akhirnya minta maaf.

Lihat juga Video: Kader HMI Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi: Hormati Proses Hukum

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT