ADVERTISEMENT

3 Alasan Polisi Tak Proses Petugas PPSU Perekayasa Kasus Begal di Jakpus

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 30 Apr 2022 18:56 WIB
Petugas PPSU di Jakpus
Polisi tak mempidanakan petugas PPSU yang bohong soal begal di Jakpus. (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Petugas PPSU, Ray Prama Abdullah (28), merekayasa kasus begal lantaran takut dimarahi istri gegara uang THR habis dipakai main judi slot. Meski begitu, polisi tidak memproses hukum Ray atas keterangan palsunya itu.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom mengungkapkan alasan kemanusiaan sehingga pihaknya tidak memproses petugas PPSU atas kebohongan soal kasus begal itu.

"Penyidik menilai bahwa perkara tersebut dapat ditempuh melalui jalur lain di luar hukum pidana dengan memegang asas ultimum remedium yang merupakan salah satu asas yang terdapat di dalam hukum pidana Indonesia, sehingga penyidik mengambil keputusan untuk tidak menempuh jalur hukum karena jalur hukum bukan jalan terakhir," ujar Kompol Maulana saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/4/2022).

Ada tiga alasan pertimbangan polisi tidak memproses hukum Ray Prama. Yang pertama, karena Ray Prama adalah tulang punggung keluarga.

"Kemudian yang kedua, yang bersangkutan memiliki anak balita yang masih membutuhkan peran seorang ayah," ujar Maulana.

Alasan ketiga, polisi mempertimbangkan tak mempidanakan Ray karena sudah mengakui kesalahannya. Ray juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan lain yang melanggar hukum.

"Yang ketiga, yang bersangkutan mengakui bersalah atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran hukum lainnya," imbuh Maulana.

Untuk diketahui, polisi juga sempat memberikan bantuan karena merasa prihatin atas kasus 'begal' yang menimpa Ray. Meski belakangan polisi tahu bahwa Ray berbohong, namun bantuan berupa sejumlah uang dan paket sembako tak ditarik lagi.

"Ya enggak lah, kita ikhlas bantu keluarganya, istri dan anak-anaknya, tetapi perbuatan pelaku tetap tidak dibenarkan," tutur Maulana.


Baca di halaman selanjutnya: petugas PPSU meminta maaf.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT