ADVERTISEMENT

Bohong THR Raib Dibegal, Petugas PPSU di Jakpus Minta Maaf

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 22:34 WIB
Petugas PPSU Kelurahan Mangga Dua Selatan, Ray Prama Abdulla (28), korban begal di Jakpus
Petugas PPSU Kelurahan Mangga Dua Selatan, Ray Prama Abdulla (28), korban begal di Jakpus. (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Ray Prama Abdullah (28), berbohong telah menjadi korban begal di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dia mengaku telah membuat laporan palsu.

"Saya Ray Prama Abdullah, saya ingin klarifikasi terkait laporan yang saya buat bahwa laporan tersebut tidak benar adanya dan laporan kejadian tersebut seperti begal itu tidak ada," kata Ray kepada wartawan, Kamis (28/4/2022).

Dalam pengakuannya, dia menyebut uang THR tersebut untuk digunakan bermain judi online. Ray mengaku takut dimarahi oleh istrinya jika berkata jujur.

"Untuk uang yang saya ambil itu senilai Rp 200 ribu di ATM, dan sisa dari uang gaji atau THR saya itu saya pakai untuk judi online. Karena khawatir istri saya marah, makanya saya berbuat atau mengambil alasan saya dibegal," katanya.

Ray menyampaikan permohonan maaf terkait laporan palsu yang dibuatnya. Dia juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pihak kepolisian.

"Dan untuk Bapak Kapolsek saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dan berterima kasih atas santunan yang diberikan kepada saya," katanya.

Ngaku Jadi Korban Begal

Sebelumnya, Ray mengaku menjadi korban begal di depan RS Husada, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dia mengaku dibegal setelah mengambil uang THR.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu (27/4), sekitar pukul 05.00 WIB. Kejadian, katanya, berawal ketika korban baru saja mengambil uang THR di ATM.

"Dari keterangan yang bersangkutan sih informasinya dibegal, jadi subuh-subuh kan baru cair THR. Yang bersangkutan ini ambil ke ATM," kata Lurah Mangga Dua Selatan, Agata Bayu Putra, saat dihubungi, Rabu (27/4).

Menurutnya, Ray mengaku tidak sadar telah diikuti oleh pelaku. Ketika sampai di zona penyapuan, katanya, Ray langsung disergap oleh 10 orang.

Akibat kejadian tersebut, Ray disebut mengalami kerugian Rp 4,4 juta. Selain itu, dia disebut mengalami luka-luka di pinggang, leher, dan pipi.

(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT