ADVERTISEMENT

Polisi Tak Proses Petugas PPSU Bohong THR Dibegal: Tulang Punggung Keluarga

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 29 Apr 2022 18:36 WIB
Petugas PPSU di Jakpus
Foto: Nahda/detikcom
Jakarta -

Polisi tidak memproses hukum petugas PPSU Ray Prama Abdullah (28) yang berbohong menjadi korban begal di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Polisi menyebut Ray merupakan tulang punggung keluarga.

"Penyidik dari Polsek Sawah Besar menilai perkara tersebut dapat ditempuh melalui jalur lain di luar sanksi hukum," kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom kepada wartawan, Jumat (29/4/2022).

Maulana mengatakan Ray merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki balita yang masih membutuhkan peran ayah. Hal itulah yang membuat polisi tidak lanjut menempuh jalur hukum.

"Penyidik mengambil keputusan untuk tidak menempuh jalur hukum karena dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan adalah memang betul-betul tulang punggung keluarga, yang bersangkutan memiliki anak balita yang masih membutuhkan peran seorang ayah serta setelah kita lakukan interogasi pensalaman," ujar Maulana.

Lebih lanjut Maulana mengatakan Ray sudah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu.

"Yang bersangkutan betul-betul mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi tindakannya serta tidak mengulangi pelanggaran hukum lainnya," tutur Maulana.

Petugas PPSU Minta Maaf

Ray meminta maaf atas kegaduhan yang dibuat lantaran berbohong dibegal. Dia mengaku telah membuat laporan palsu.

"Saya Ray Prama Abdullah, saya ingin klarifikasi terkait laporan yang saya buat bahwa laporan tersebut tidak benar adanya dan laporan kejadian tersebut seperti begal itu tidak ada," kata Ray kepada wartawan, Kamis (28/4).

Dalam pengakuannya, dia menyebut uang THR tersebut untuk digunakan bermain judi online. Ray mengaku takut dimarahi oleh istrinya jika berkata jujur.

"Untuk uang yang saya ambil itu senilai Rp 200 ribu di ATM, dan sisa dari uang gaji atau THR saya itu saya pakai untuk judi online. Karena khawatir istri saya marah, makanya saya berbuat atau mengambil alasan saya dibegal," katanya.

Ray menyampaikan permohonan maaf terkait laporan palsu yang dibuatnya. Dia juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pihak kepolisian.

"Dan untuk Bapak Kapolsek, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dan berterima kasih atas santunan yang diberikan kepada saya," katanya.

Lihat juga video 'Perjalanan Panjang Amaq Sinta Melawan Begal':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT