Kala Koalisi PKS-PD-Golkar Dianggap Hanya Wacana

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 07:52 WIB
Gedung PKS (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Gedung PKS (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

PKS berencana membangun koalisi poros nasionalis-religius pada Pilpres 2024. Rencana itu kemudian disambut hangat Partai Golkar dan Demokrat. Meski demikian, ada pula yang meragukan wacana tersebut bakal terwujud.

Awalnya, rencana PKS membangun koalisi nasionalis-religius. Itu diungkap oleh Wakil Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman dalam konferensi pers, Kamis (14/1/2022).

"Terkait dengan pembentukan partai Islam, saya kira itu salah satu alternatif yang mungkin bila terbentuk koalisi. Tetapi sebagaimana yang menjadi keputusan dari Majelis Syuro VI pada hari ini, kita melihat bahwa suasana kenegaraan kita hari ini yang sekarang mengalami segregasi, segmentasi yang sangat luar biasa," kata Sohibul.

"Untuk itu, PKS ingin membangun koalisi yang lintas, tadi disebutkan nasionalis-religius, itu harus kita persatukan," ujarnya.

Sohibul mengatakan pihaknya akan juga membangun komunikasi dengan partai nasionalis demi mewujudkan persatuan ke depan. Rencana tersebut kemudian disambut baik Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Golkar Buka Peluang Koalisi dengan PKS

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan tidak ada partai yang bisa bekerja sendiri dalam pilpres. Karena itu, Golkar, kata Ace, pasti akan membuka komunikasi dengan semua partai.

"Oleh karena itu, bagi Partai Golkar, membuka komunikasi dengan partai mana pun tentu sebagai bagian dari langkah politik untuk menyamakan persepsi dan kemungkinan penjajakan membangun agenda bersama terkait masalah kebangsaan," kata Ace kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Ace mengapresiasi langkah PKS yang membuka peluang koalisi dengan poros nasionalis dan religius. Menurutnya, langkah itu bentuk penjajakan untuk menyamakan persepsi antarpartai. Golkar, kata Ace, membuka peluang kerja sama dengan semua partai, termasuk PKS.

Demokrat Buka Peluang Koalisi dengan PKS

Partai Demokrat tertarik dengan koalisi poros nasionalis-religius di Pilpres 2024. Hal itu disebut sesuai dengan jati diri Partai Demokrat.

"Wacana koalisi partai berlatar belakang nasionalis dan religius pada Pilpres 2024 mendatang tentunya menarik, apalagi bagi Partai Demokrat yang memiliki jati diri sebagai partai nasionalis-religius," kata Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Partai Demokrat, kata Kamhar, terbuka dengan koalisi partai berlatar belakang nasionalis-religius. Meski begitu, saat ini Demokrat belum memikirkan koalisi untuk Pilpres 2024. Lantas, apakah Demokrat tertarik berkoalisi dengan PKS? Kamhar tidak membantah kemungkinan koalisi tersebut.

"Namun ikhtiar membangun koalisi atau kerja sama politik juga tetap berjalan. Termasuk dengan PKS, yang secara empiris sering berada dalam barisan yang sama dengan Partai Demokrat. Kita bersama pada dua periode Pemerintahan SBY, dan bersama pula pada dua periode ini berada di luar pemerintahan. Secara chemistry politik sangat dimungkinkan untuk bersenyawa," ujarnya.

Meski PKS telah menawarkan koalisi nasionalis religius dan disambut hangat oleh Demokrat dan Golkar. Ada sejumlah pihak yang pesimis wacana koalisi tersebut dapat terwujud.

Selengkapnya halaman berikutnya.

Simak juga 'Gerindra Tak Masalah Presidential Threshold 20%: Kami Mudah Cari Koalisi':

[Gambas:Video 20detik]