Kenang Era SBY, Demokrat Buka Peluang Bersenyawa dengan PKS di 2024

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 15:34 WIB
Kamhar Lakumani (Dokumentasi pribadi).
Kamhar Lakumani (dok. pribadi)
Jakarta -

Partai Demokrat tertarik dengan koalisi poros nasionalis religius di Pilpres 2024. Hal itu disebut sesuai dengan jati diri Partai Demokrat.

"Wacana koalisi partai berlatar belakang nasionalis dan religius pada Pilpres 2024 mendatang tentunya menarik, apalagi bagi Partai Demokrat yang memiliki jati diri sebagai partai nasionalis-religius," kata Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Partai Demokrat, kata Kamhar, terbuka dengan koalisi partai berlatar belakang nasionalis-religius. Meski begitu, saat ini Demokrat belum memikirkan koalisi untuk Pilpres 2024.

"Partai Demokrat adalah partai terbuka yang senantiasa menjaga komunikasi politik dan hubungan baik dengan partai politik lainnya. Sesuai dengan jati diri partai nasionalis-religius, secara prinsip tak ada hambatan atau faktor pembatas bagi Partai Demokrat untuk membangun kerja sama dengan partai yang berlatar belakang nasionalis maupun religius," ujarnya.

"Meskipun agenda Pilpres 2024 belum menjadi prioritas bagi Partai Demokrat yang pada caturwulan I/2022 ini masih fokus menuntaskan agenda konsolidasi internal dan kerja-kerja nyata membantu meringankan beban rakyat yang terimbas pandemi," kata Kamhar.

Lantas apakah Demokrat tertarik berkoalisi dengan PKS?

Kamhar tidak membantah kemungkinan koalisi tersebut. Apalagi, menurutnya, PKS dengan Demokrat kerap berada di posisi yang sama, baik di pemerintahan SBY maupun di era Jokowi, yang saat ini sama-sama berada di luar pemerintahan.

"Namun ikhtiar membangun koalisi atau kerja sama politik juga tetap berjalan. Termasuk dengan PKS, yang secara empiris sering berada dalam barisan yang sama dengan Partai Demokrat. Kita bersama pada dua periode Pemerintahan SBY, dan bersama pula pada dua periode ini berada di luar pemerintahan. Secara chemistry politik sangat dimungkinkan untuk bersenyawa," ujarnya.

Sebelumnya, wacana koalisi poros nasionalis-religius itu merupakan keinginan PKS. PKS ingin membuat langkah berbeda di Pilpres 2024 dengan mempertimbangkan kondisi segmentasi negara saat ini.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman dalam konferensi pers Kamis (14/1/2022). Sohibul mengatakan pembentukan poros Islam di Pilpres 2024 kini menjadi alternatif.

"Terkait dengan pembentukan partai Islam, saya kira itu salah satu alternatif yang mungkin bila terbentuk koalisi. Tetapi sebagaimana yang menjadi keputusan dari Majelis Syuro VI pada hari ini, kita melihat bahwa suasana kenegaraan kita hari ini yang sekarang mengalami segregasi, segmentasi yang sangat luar biasa," kata Sohibul.

"Untuk itu, PKS ingin membangun koalisi yang lintas, tadi disebutkan nasionalis-religius, itu harus kita persatukan," ujarnya.

Sohibul mengatakan pihaknya akan juga membangun komunikasi dengan partai nasionalis demi mewujudkan persatuan ke depan.

"Jadi tentu kami akan bersama-sama dengan partai-partai Islam, bersama-sama untuk kemudian menjalin komunikasi juga dengan partai-partai nasionalis untuk membentuk sebuah koalisi yang akan mempersatukan bangsa kita ke depan, insyaallah," ujarnya.

(eva/gbr)