Sidang Kilat Kasus Karantina Berujung Vonis 4 Bulan Bui Rachel Vennya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 05:53 WIB
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya bersama kekasihnya, Salim Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnia, mengikuti sidang perdana kasus karantina hari ini. Rachel Vennya dkk menjalani sidang kilat, dalam sehari sidang vonis hakim langsung dibacakan.

Sidang ini digelar di PN Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan, Tangerang, Banten pada Jumat (10/12/2021). Sidang berlangsung sejak siang sampai sore.

Sebelum sidang dimulai, Rachel Vennya hanya terdiam. Sedangkan kekasihnya, Salim, meminta doa kelancaran sidang.

"Doain aja ya," ujar Salim.

Saat sidang digelar, keduanya juga memakai haknya untuk tidak didampingi pengacara saat duduk di kursi terdakwa.

Cara Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Jaksa penuntut umum (JPU) mengungkapkan cara selebgram Rachel Vennya dkk kabur kewajiban karantina di tengah pandemi COVID-19 sepulang dari Amerika Serikat. Rachel dibantu orang lain untuk memuluskan aksinya.

Awalnya, jaksa mengatakan Rachel Vennya meminta bantuan seseorang bernama Ovelina Pratiwi untuk memuluskan aksinya kabur dari pos penjagaan karantina Satgas COVID-19 di Bandara Soetta. Jaksa mengatakan akal-akalan Rachel kabur sudah direncanakan sejak dia masih berada di AS.

"Bahwa Terdakwa Ovelina diminta tolong membantu kedatangan Saudara Terdakwa Rachel Vennya yang dalam hal ini dilakukan penuntutan secara terpisah, bersama dengan dua orang lainnya, yakni Terdakwa Salim Nauderer dan Terdakwa Maulida, kembali ke Tanah Air setelah dari Amerika Serikat dengan menggunakan pesawat," kata jaksa saat membaca surat dakwaan di PN Tangerang.

Jaksa mengatakan, sebelum tiba di Indonesia, Rachel sudah berkomunikasi dengan Ovelina Pratiwi. Rachel mengabarkan jadwal kepulangannya. Jaksa menyebut kaburnya Rachel dkk ini dibantu oleh Ovelina dan sejumlah petugas di Bandara.

"Ketika mau landing, Rachel Vennya kemudian memberikan chat WA 'Mbak, saya landing' kemudian informasi tersebut Terdakwa Ovelina sampaikan kepada saksi Eko Periadi, lalu menghubungi saksi Jarkasih, lalu saksi menghubungi petugas yang ada di Bandara, yaitu Satria, untuk menjemput saksi Rachel, Salim, dan Maulida," papar jaksa.

Jaksa mengungkapkan, sesampai di Indonesia, Rachel dkk dibantu kabur oleh petugas bernama Fatah Satria-diketahui ada oknum TNI berinisial FS yang membantu Rachel. Jaksa menyebut Fatah itu menukar stempel karantina Rachel dkk.

"Bahwa selanjutnya pada 17 September 2021, Rachel, Salim, dan Maulidia mendarat dari Amerika Serikat menggunakan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 23.19 WIB untuk jalur yang dilalui sudah benar. Namun pemeriksaan di jalur pos Satgas COVID-19 dibantu oleh Saudara Fatah Satria untuk stempel pada kertas karantina, yang seharusnya stempel hotel diganti dengan stempel wisma," ungkap jaksa.

Saat di pos pemeriksaan barang, Rachel disebut jaksa melobi petugas polisi. Kemudian Rachel dkk keluar dari Bandara Soetta menggunakan bus Damri tanpa karantina.

"Kemudian selanjutnya ke pos customer pemeriksaan barang, bahwa lanjut ke pos luar penjagaan kepolisian dengan petugas kepolisian, karena salah satu petugas kepolisian kenal dengan Rachel Vennya, selanjutnya berbicara dengan petugas polisi, dan sehingga saksi Rachel Vennya, Salim, dan Maulidia bisa keluar, dan langsung naik bus Damri," tutur jaksa.

Selanjutnya