Rachel Vennya Tak Ajukan Keberatan, Sidang Kasus Prokes Lanjut ke Saksi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 16:06 WIB
Rachel Vennya dkk di PN Tangerang Duduk di Kursi Terdakwa
Rachel Vennya dkk di PN Tangerang Duduk di Kursi Terdakwa (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Rachel Vennya didakwa bersama Salim Nauderer dan Maulida Khairunnisa melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Corona (COVID-19). Rachel dkk tidak mengajukan keberatan.

Setelah jaksa membacakan surat dakwaan, Rachel menyatakan tidak keberatan atas dakwaan itu. Majelis hakim, jaksa, serta Rachel Vennya dkk pun melanjutkan sidang ke tahap pemeriksaan saksi.

Ada sekitar 5 saksi yang bersaksi hari ini. Selain Rachel dkk, ada terdakwa lain yang didakwa secara terpisah bernama Ovelina Pratiwi. Dalam dakwaan, dia disebut sebagai orang yang membantu Rachel kabur dari karantina.

Sidang mereka digelar secara bersama-sama. Jaksa juga menjadwalkan Rachel, Salim, dan Maulida akan bersaksi untuk Ovelina.

Dakwaan Rachel Vennya dkk

Kasus itu bermula pada 17 September 2021 saat Rachel dkk tiba di Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sepulang dari AS. Rachel disebut jaksa meminta bantuan seseorang bernama Ovelina Pratiwi.

Jaksa mengatakan, sebelum tiba di Indonesia, Rachel sudah berkomunikasi dengan Ovelina Pratiwi. Rachel mengabarkan jadwal kepulangannya. Menurut jaksa, Ovelina ini berperan sebagai 'pengatur' kepulangan Rachel hingga tidak menjalani karantina.

"Ketika mau landing, Rachel Vennya kemudian memberikan chat WA 'mbak saya landing' kemudian informasi tersebut terdakwa Ovelina sampaikan kepada saksi Eko Periadi, lalu menghubungi saksi Jarkasih, lalu saksi menghubungi petugas yang ada di bandara, yaitu Satria untuk menjemput saksi Rachel, Salim, dan Maulida," papar jaksa.

Jaksa mengatakan rangkaian kebohongan karantina ini dimulai saat Rachel tiba di Indonesia. Jaksa mengungkapkan Rachel dibantu 'kabur' oleh petugas bernama Fatah Satria.

"Bahwa selanjutnya pada 17 September 2021, Rachel, Salim, dan Maulida mendarat dari Amerika Serikat menggunakan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 23.19 WIB untuk jalur yang dilalui sudah benar. Namun pemeriksaan di jalur pos Satgas COVID-19 dibantu oleh Saudara Fatah Satria untuk stempel pada kertas karantina, yang seharusnya stempel hotel diganti dengan stempel wisma," ungkap jaksa.

Saat di pos pemeriksaan barang, Rachel disebut jaksa melobi sejumlah polisi. Kemudian Rachel dkk keluar dari Bandara Soetta menggunakan bus DAMRI tanpa karantina.

Akibat perbuatan itu, Rachel Vennya dkk, termasuk Ovelina Pratiwi, didakwa melanggar Pasal 93 UU RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit juncto Pasal 56 ayat 1 KUHPidana.

Simak video 'Divonis 4 Bulan Penjara, Rachel Vennya: Kita Akan Jalani':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)