Terungkap Cara Rachel Vennya dkk Kabur dari Karantina

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 15:49 WIB
Teman-teman memberikan dukungan kepada Rachel Vennya di sidang kabur dari karantina.
Foto Rachel Vennya dkk (Muhammad Ahsan/detikHOT)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) mengungkapkan cara selebgram Rachel Vennya dkk kabur kewajiban karantina di tengah pandemi Corona (COVID-19) sepulang dari Amerika Serikat. Seperti apa?

Awalnya, jaksa mengatakan Rachel Vennya meminta bantuan seseorang bernama Ovelina Pratiwi untuk memuluskan aksinya kabur dari pos penjagaan karantina Satgas COVID-19 di Bandara Soetta. Jaksa mengatakan akal-akalan Rachel kabur sudah direncanakan sejak dia masih berada di AS.

"Bahwa Terdakwa Ovelina diminta tolong membantu kedatangan Saudara Terdakwa Rachel Vennya yang dalam hal ini dilakukan penuntutan secara terpisah, bersama dengan dua orang lainnya, yakni Terdakwa Salim Nauderer dan Terdakwa Maulida, kembali ke Tanah Air setelah dari Amerika Serikat dengan menggunakan pesawat," kata jaksa saat membaca surat dakwaan di PN Tangerang, Jumat (10/12/2021).

Jaksa mengatakan, sebelum tiba di Indonesia, Rachel sudah berkomunikasi dengan Ovelina Pratiwi. Rachel mengabarkan jadwal kepulangannya. Jaksa menyebut kaburnya Rachel dkk ini dibantu oleh Ovelina dan sejumlah petugas di Bandara.

"Ketika mau landing, Rachel Vennya kemudian memberikan chat WA 'Mbak, saya landing' kemudian informasi tersebut Terdakwa Ovelina sampaikan kepada saksi Eko Periadi, lalu menghubungi saksi Jarkasih, lalu saksi menghubungi petugas yang ada di Bandara, yaitu Satria, untuk menjemput saksi Rachel, Salim, dan Maulida," papar jaksa.

Stempel Karantina Hotel Diganti ke Wisma Atlet

Jaksa mengungkapkan, sesampai di Indonesia, Rachel dkk dibantu kabur oleh petugas bernama Fatah Satria--diketahui ada oknum TNI berinisial FS yang membantu Rachel. Jaksa menyebut Fatah itu menukar stempel karantina Rachel dkk.

"Bahwa selanjutnya pada 17 September 2021, Rachel, Salim, dan Maulidia mendarat dari Amerika Serikat menggunakan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 23.19 WIB untuk jalur yang dilalui sudah benar. Namun pemeriksaan di jalur pos Satgas COVID-19 dibantu oleh Saudara Fatah Satria untuk stempel pada kertas karantina, yang seharusnya stempel hotel diganti dengan stempel wisma," ungkap jaksa.

Saat di pos pemeriksaan barang, Rachel disebut jaksa melobi petugas polisi. Kemudian Rachel dkk keluar dari Bandara Soetta menggunakan bus Damri tanpa karantina.

"Kemudian selanjutnya ke pos customer pemeriksaan barang, bahwa lanjut ke pos luar penjagaan kepolisian dengan petugas kepolisian, karena salah satu petugas kepolisian kenal dengan Rachel Vennya, selanjutnya berbicara dengan petugas polisi, dan sehingga saksi Rachel Vennya, Salim, dan Maulidia bisa keluar, dan langsung naik bus Damri," tutur jaksa.

Akibat perbuatan itu, Rachel Vennya dkk, termasuk Ovelina Pratiwi, didakwa melanggar Pasal 93 UU RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit juncto Pasal 56 ayat 1 KUHPidana.

(zap/dhn)