Sederet Kasus Oknum Polisi Bermasalah di Sumut: Salah SOP hingga Pencabulan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 14:18 WIB
Polda Sumatera Utara (Polda Sumut)/ Arfa-detikcom
Foto: Polda Sumatera Utara (Arfah-detikcom)
Jakarta -

Daftar oknum polisi bermasalah di Sumatera Utara (Sumut) tambah panjang. Terbaru, oknum polisi di Medan Bripka P hampir diamuk massa karena diduga memeras warga di jalan. Akan kah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ambil langkah 'potong kepala'?

Sebelum kasus Bripka P tersebut, ada sejumlah oknum polisi di Sumut yang juga diproses karena melakukan pelanggaran. Sejumlah kasus yang jadi sorotan di antaranya kesalahan penanganan perkara pedagang dianiaya preman malah jadi tersangka, tindakan asusila terhadap istri tersangka, hingga kasus pemukulan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tegas menyatakan bakal melakukan aksi 'potong kepala'. Kapolda, kapolres, hingga kapolsek yang tak becus membina anak buahnya bakal dicopot. Terbukti, sudah ada beberapa 'kepala dipotong' Jenderal Sigit karena kelakuan 'ekornya'.

Jenderal Sigit tak akan ragu memotong sumber penyakit institusi di bawahnya, bak memotong kepala ikan yang busuk. Dia mengutip peribahasa 'ikan busuk dari kepalanya' yang artinya suatu organisasi atau negara gagal disebabkan oleh masalah kepemimpinan sebagai sumber masalahnya.

Sigit berbicara dalam forum agenda penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri angkatan ke-66 di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10).

"Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah, bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah," tutur Sigit.

Sigit menegaskan sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada. Bahkan, Sigit tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya apabila ke depannya masih melanggar aturan.

Oknum polisi di Sumut sudah ada yang ditindak akibat melakukan pelanggaran. Berikut sejumlah catatan pelanggaran oknum polisi yang terjadi di Sumut semenjak Sigit dilantik menjadi Kapolri per Januari 2021:

1. Oknum Polisi Peras Pengguna Jalan

Personel Polsek Deli Tua, Polrestabes Medan, Bripka P, akan diproses secara pidana. Dia diduga memeras pengguna jalan.

"Saya ngecek, penanganan oleh Polrestabes Medan terkait dengan berita viral adanya anggota Polri, oknum anggota Polretabes khususnya Polsek Delitua yang melakukan modus operandi memeras masyarakat, saya bilang itu memeras masyarakat dengan modus pura-pura dikatakan bahwa dia melakukan pelanggaran," kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (12/11).

Awalnya, beredar video pria berseragam polisi dikerumuni warga dengan narasi dihajar massa. Peristiwa itu terjadi gara-gara pria itu dicurigai warga sebagai polisi gadungan.

Simak Video: Ini Video Viral Oknum Polantas Sumut yang Bogem Warga

[Gambas:Video 20detik]