Jejak Adam Ibrahim Perekayasa Babi Ngepet hingga Dituntut 3 Tahun Bui

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 18:46 WIB
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Adam Ibrahim terkait kasus hoax babi ngepet
Terdakwa Adam Ibrahim (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa Adam Ibrahim dituntut 3 tahun penjara terkait kasus hoax babi ngepet yang menyebabkan keonaran di Bedahan, Depok. Begini jejak kasus Adam Ibrahim hingga akhirnya dituntut pidana dalam persidangan.

Awalnya publik dibuat heboh terkait adanya isu dugaan babi ngepet di Bedahan, Depok hingga membuat kerumunan. Saat itu viral orasi Adam tentang penangkapan babi ngepet di media sosial.

Adam Ibrahim lalu mengaku babi tersebut merupakan hewan babi, bukan babi ngepet, ia mengaku babi tersebut dibeli melalui online.

Adam lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax babi ngepet. Adam kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Depok.


Didakwa Sebarkan Hoax

Adam Ibrahim didakwa menyebarkan kabar bohong serta menyebabkan keonaran terkait rekayasa isu babi ngepet di Depok. Dia mengarang isu babi ngepet sebagai solusi tentang seringnya warga kehilangan uang.

"Bahwa terdakwa Adam Ibrahim menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," ucap jaksa Putri Dwi Astrini.

Jaksa mengungkap motif Adam Ibrahim merekayasa peristiwa babi ngepet di Depok. Menurut jaksa, Adam melakukan hal itu karena ingin tenar dan viral di media sosial.

"Bahwa dengan sengaja terdakwa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong mengenai rekayasa adanya babi jadi-jadian (babi ngepet) atau babi pesugihan tersebut maksud serta tujuan terdakwa adalah untuk mendapatkan ketenaran dan dikenal secara viral karena Terdakwa telah berhasil menangkap seekor babi jadi jadian (babi ngepet) atau babi pesugihan tersebut," ungkap jaksa Putri Dwi Astrini di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard GDC, Selasa (14/9/2021).

Padahal, lanjut jaksa, peristiwa babi ngepet itu hanyalah akal-akalan Adam Ibrahim sendiri. Adam menyebut babi itu adalah babi ngepet, nyatanya babi itu adalah babi biasa yang dibeli Adam secara online.

"Yang sebenarnya seekor babi yang berhasil ditangkap tersebut bukanlah seekor babi jadi-jadian (babi ngepet), melainkan adalah seekor babi hutan hidup berwarna hitam yang terdakwa dapatkan/terdakwa beli secara online melalui media sosial Facebook di Group PASMOR seharga Rp 500 ribu dengan transaksi secara COD (cash on delivery) di daerah Puncak Cianjur," ucap jaksa.

Karena itu, Adam Ibrahim didakwa Pasal 14 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Selengkapnya halaman berikutnya.