Eks Direktur Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp 7,5 Miliar

Zunita Putri - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 19:25 WIB
Sidang kasus eks Dirkeu Asuransi Jasindo
Sidang kasus korupsi eks Direktur Jasindo. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Solihah, didakwa memperkaya diri senilai USD 198.340. Sholihah disebut jaksa telah merekayasa kegiatan asuransi fiktif pada PT Jasindo 2012-2014.

"Terdakwa bersama Direktur Pemasaran Korporasi PT Jasindo Budi Tjahjono melakukan atau turut serta melakukan yaitu merekayasa kegiatan agen dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif atas nama Supomo Hidjazie pada PT Asuransi Jasindo dalam penutupan asuransi aset & konstruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tahun 2012-2014," kata jaksa KPK M Nur Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (11/10/2021).

Atas kegiatan fiktif itu, jaksa mengatakan negara telah merugi Rp 7,5 miliar. Selain itu, Sholihah disebut jaksa memperkaya diri dan orang lain dalam kasus ini.

Berikut rinciannya:

1. Memperkaya terdakwa Solihah sejumlah USD 198 340,85;
2. Memperkaya orang lain yaitu Budi Tjahjono sebesar USD 462.795,31;
3. Supomo Hidjazie sebesar USD 136,96.

"Yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan keuangan negara c.q PT Asuransi Jasindo sebesar USD 766.955,97 atau setara dengan Rp 7.584.102.194,51 (miliar)," ungkap jaksa.

Kasus ini berawal ketika Direktur Pemasaran Korporasi PT Jasindo Budi Tjahjono bertemu dengan Kepala BP Migas Raden Priyono dalam rangka PT Jasindo tetap sebagai leader konsorsium asuransi oil dan gas di BPMIGAS karena Budi Tjahjono mendapat informasi akan terjadi perubahan Renewal For Proposal (RFP) dalam pengadaan penutupan asuransi aset & kontruksi pada BP Migas-KKKS tahun 2012-2014 yang akan membahayakan posisi PT Asuransi Jasindo sebagai leader konsorsium. Kemudian, Budi menyanggupi itu.

Selanjutnya Budi mengadakan rapat direksi yang dihadiri oleh Solihah, Direktur Operasi Ritel Soeranto dan Eddy Sudarsono selaku Direktur Teknik dan Luar Negeri. Dalam rapat tersebut disepakati adanya pemberian fee kepada pihak BPMIGAS serta biaya-biaya lainnya yang diperlukan dalam rangka pengurusan PT Asuransi Jasindo tetap menjadi leader konsorsium.

"Dengan mekanisme pengeluaran uang melalui pembayaran uang komisi kepada agen Asuransi PT Asuransi Jasindo dan disepakati Supomo Hidjazie yang ditunjuk untuk menggantikan Kiagus Emil Fahmy Cornain/KM Iman Tauhid Khan sebagai agen fiktif periode sebelumnya," ucap jaksa.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: