Round-Up

Rekayasa Aulia Dibegal Padahal Korban Open BO Berujung Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 21:09 WIB
Seorang pemuda berusia 23 tahun, Aulia Rafiqi, beberapa hari lalu melapor dibegal komplotan yang mengaku polisi di Banjir Kanal Timur (BKT), Pondok Kopi, Jaktim. DIketahui pengakuan Rafiqi bohong. Dia ternyata terlibat cekcok dengan pelaku Open BO.
Aulia (Foto: Istimewa)
Jakarta -

'Tak ada kebohongan yang sempurna', agaknya ucapan ini tengah direnungkan Aulia Rafiqi, pemuda 23 tahun asal Bogor yang kini berstatus tersangka buntut laporan palsu soal pembegalan. Aulia pun kini mendekam di tahanan.

Semua bermula ketika Aulia berkisah pada Rabu, 6 Oktober dini hari hendak pulang ke Bekasi usai berkunjung ke rumah saudaranya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam perjalanan melintas di Banjir Kanal Timur (BKT), Pondok Kopi, Jakarta Timur, Aulia mengaku dicegat komplotan begal.

"Saya belum hafal daerah ya, soalnya kan saya domisili Bogor, jadi saya masih gunain Google Maps. Nah jadi saya bawa kendaraan pelan-pelan terusnya di BKT saya diapit sama motor," kata Aulia kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Aulia mengaku dipepet 5 pelaku yang berboncengan 3 motor. Para pelaku disebut memaksanya menepikan motornya. Setelahnya Aulia mengaku ditodong celurit dan dibawa berkeliling dengan motor oleh para pelaku.

Di suatu lokasi, lanjut Aulia, para pelaku mengancamnya memberikan nomor telepon saudaranya. Para pelaku lantas menghubungi dan mengaku sebagai polisi kepada saudara Aulia.

"Nah dia teleponlah salah satu keponakan saya. 'Ini saudara kamu ditangkap karena narkoba, tolong siapin uang Rp 5 juta kalau nggak ini perkara akan berlanjut'," ucapnya.

Namun pemerasan yang direkayasa itu tidak kejadian. Aulia pun mengaku disetrum dan dipukuli para pelaku. Motornya juga diakuinya diambil oleh para pelaku.

Uang habis, kendaraan pun tak ada. Di pagi buta itu, Aulia melanjutkan perjalanan pulang ke rumah saudaranya di Bekasi dengan menebeng kendaraan warga yang melintas.

"Saya kan nggak ada kendaraan, nebeng-nebeng orang, terus nyambung-nyambung minta tolong aja," ujar Aulia.

Namun pemuda yang bekerja sebagai sales marketing kartu kredit ini hanya mendapatkan tebengan sampai Jalan Raya Narogong, Bekasi. Dari situ, dia melanjutkan perjalanan ke rumah kakaknya dengan berjalan kaki.

Aulia tidak mencoba meminta tolong diantar oleh ojek online. Dia khawatir setiba di rumah tidak bisa membayar ojek online.

"Soalnya kan kakak saya belum tahu kejadiannya, nah dia suka berangkat jam 05.30 WIB sampai jam 05.00 WIB, jadi takutnya saya sampai ke rumah nggak keburu juga nggak ketemu (jadinya) nggak bayar juga nggak enak," kata Aulia.

Aulia pun melaporkan hal ini ke Polres Metro Jakarta Timur. Namun semua kisah itu ternyata bohong belaka. Lho?

Simak Video: Pengakuan Pemuda Disetrum Begal di BKT yang Ternyata Korban Open BO

[Gambas:Video 20detik]