Round-Up

Duduk Perkara Warga Permata Buana Dipersekusi Usai Surati Wali Kota

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 08:27 WIB
Jakarta -

Warga Permata Buana, Cengkareng, Jakarta Barat, Hartono Prasetya alias Toni (64), diduga dipersekusi sejumlah oknum aparat hingga warga. Surat yang dikirim ke Wali Kota Jakarta Barat diduga menjadi pemicu terjadinya persekusi itu.

Surat Toni ke Wali Kota Jakarta Barat itu perihal masalah jalan kompleks di depan rumahnya. Toni meminta Wali Kota Jakarta Barat mengevaluasi masalah portal jalan agar tidak semua kendaraan berlalu lalang di depan rumahnya.

Namun Toni mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Rumahnya didatangi oknum aparat dan warga.

Pengacara Toni, Oktavianus Rasubala menyebut kejadian itu tak ubah seperti demo. Pagar rumah Toni dipasangi tulisan "'Usir Toni dari Permata Buana' dan 'Tinggal di Hutan Kalau Mau Sepi dan Tidak Mau Bersosialisasi dengan Tetangga dan Warga'.


Berikut ini rangkuman kasus dugaan persekusi warga Pertama Buana:

Toni Surati Walkot soal Portal Jalan

Oktavianus menduga surat yang dikirim Toni dan beberapa warga lain ke wali kota saat itu menjadi pemicu adanya persekusi. Tidak berselang lama, rumah Toni 'didemo' hingga terjadi pengusiran.

"Apa penyebabnya (persekusi)? Jadi beberapa bulan yang lalu klien saya bersurat ke wali kota perihal, dia merasa kompleks depan rumah dia itu ramai dengan lalu lintas jalan," kata pengacara Toni, Oktavianus Rasubala, saat dihubungi detikcom, Selasa (5/10/2021).

Surat tersebut dikirimkan pada 27 Februari 2021. Dalam surat tersebut, intinya Toni meminta agar portal ditertibkan.

"Dia meminta wali kota tolong lah ditertibkan, apakah mau diportal atau bagian yang lain portal dibuka, supaya akses itu ada alternatif," ujarnya.


Simak di halaman selanjutnya, Toni 'diusir' warga.