Geger Persekusi hingga Dugaan Pungli di Permata Buana

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 12:40 WIB
Warga Permata Buana Dipersekusi, Lapor Polisi
Rumah Toni, warga Permata Buana, 'didemo hingga diusir'. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Sengketa warga di kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, seolah-olah tiada henti. Setelah ramai dugaan pungli oknum petugas satpam, kini muncul laporan warga lainnya terkait permasalahan di Permata Buana.

Korban bernama Hartono Prassetya alias Toni (64) diduga dipersekusi oleh oknum RT dan sejumlah warga. Toni mendapat pengancaman dengan kekerasan gegara melapor soal masalah jalan bising di depan rumahnya.

Berikut ini rangkuman detikcom dari dua peristiwa di Permata Buana:

Persekusi Warga: 'Didemo hingga Diusir'

Kuasa hukum Toni, Oktavianus Rasubala, mengatakan kliennya 'didemo' oleh oknum RT dan sejumlah warga Permata Buana pada 26 Februari 2021. Toni mendapat pengusiran secara tidak langsung dari para pelaku.

Pagar rumahnya digantungi poster dari kardus bertulisan 'Usir Toni dari Permata Buana' dan 'Tinggal di Hutan Kalau Mau Sepi dan Tidak Mau Bersosialisasi dengan Tetangga dan Warga'.

menurut Oktavianus, perlakuan pelaku terhadap kliennya mirip seperti demo.

"(Toni) di dalam pagar, di pekarangan di rumah, pintu gerbangnya itu digoyang-goyang, kayak demo," ucapnya.

Toni kemudian keluar dan menemui warga bersama RT tersebut. Dalam video yang diterima, seorang petugas sekuriti saat itu menjelaskan bahwa RT hendak menemui Toni, namun Toni tidak membukakan pintu dan malah masuk ke dalam rumah. Padahal saat itu Toni hendak mengambil kunci pagar rumahnya.

"Klien saya sudah renta, sudah usia, dia pikir kok ramai-ramai mau apa? Mau keluar dia nggak jadi, lagi ngobrol di depan pintu tiba-tiba bergantung poster dua biji 'Usir Toni' pakai kardus gede, 'Usir Toni keluar dari sini, tinggal di hutan'," kata Oktavianus membacakan kembali tulisan di poster.

Persekusi Warga: Toni Merasa Diintimidasi

Akibat kejadian itu, Toni merasa diintimidasi oleh oknum RT dan para warga. Toni kemudian melapor ke Polres Jakarta Barat.

Laporan Toni diterima dengan nomor laporan TBL/188/III/2021/PMJ/Restro Jakbar tertanggal 3 Maret 2021. Toni melaporkan sejumlah orang terkait Pasal 335 KUHP tentang pengancaman dengan kekerasan, Pasal 310 dan 311 KUHP tentang fitnah dan pencemaran nama baik.

"Saya merasa kalau ini didiamkan, dianggap masalah sepele dan tidak terselesaikan akhirnya bisa mengancam jiwa seseorang, kita nggak tahu kan risiko. Apinya jangan dibiarkan membesar. Api kecil harus segera dipadamkan," jelasnya.

Simak di halaman selanjutnya.