Round-Up

10 Poin soal Aliran Suap hingga Safe House di Dakwaan AKP Robin

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 23:16 WIB
AKP Stepanus Robin Pattuju
Foto: Azhar Bagas Ramadhan/detikcom

8. AKP Robin Mengaku Khilaf Tipu Syahrial tapi Bantah soal Duit Azis Syamsuddin

Mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju berdalih menipu mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial soal bisa mengatur perkara di KPK. Di sisi lain AKP Robin menepis menerima suap dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Saya ingin memohon maaf atas apa yang saya lakukan kepada KPK dan juga kepada institusi saya yaitu Kepolisian RI," ucap AKP Robin dari kursi terdakwa usai mendengarkan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2021).

Dalam surat dakwaan AKP Robin disebut menerima suap bersama dengan Maskur Husain dari sejumlah pihak yang totalnya sekitar Rp 11,5 miliar. Namun AKP Robin mengaku menipu salah satu pemberi suapnya yaitu M Syahrial.

"Saya sangat menyesal dan menyadari saya sudah khilaf dan menipu membohongi banyak pihak dalam perkara yang saya lakukan ini," kata AKP Robin.

"Yang berikutnya saya telah menipu beberapa pihak, pertama saudara M Syahrial saya telah menipu yang bersangkutan dengan meneirma uang Rp 1,695 miliar," imbuhnya.

Namun AKP Robin tidak mengakui adanya penerimaan suap dari Azis Syamsuddin. Namun soal suap dari sejumlah lainnya diakui AKP Robin.

"Terkait saudara Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado saya tidak terima uang dari yang bersangkutan, kemudian (menerima) dari Ajay sebesar Rp 507 juta, saudara Usman Rp 525 juta, dan Rita Widyasari," imbuhnya.


9. Respons KPK soal 'Safe House' dan 'Atasan Butuh Uang'

Pada sidang dakwaan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju terungkap soal 'safe house' dan 'atasan butuh uang'. 'Safe house' yang dimaksud ialah lokasi AKP Robin melakukan transaksi dengan terdakwa dan 'atasan butuh uang', yakni alasan Robin untuk memperlancar penerimaan suap.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri merespons soal fakta-fakta pada proses persidangan tersebut. Ali mengatakan KPK belum bisa menyampaikan tindak lanjut dari fakta-fakta tersebut.

"Mengenai materi perkara tentu tidak bisa kami sampaikan saat ini," kata Ali kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Ali mengatakan fakta-fakta pada persidangan itu akan dibuktikan sendiri oleh jaksa pada saat persidangan. Ali menyarankan agar masyarakat terus memantau proses berjalannya persidangan itu.

"Karena berikutnya semua fakta-fakta rangkaian perbuatan para terdakwa sebagaimana hasil penyidikan kami pastikan akan dibuktikan oleh jaksa di persidangan," ujar Ali.

"Masyarakat dapat mengikuti proses persidangan dimaksud karena terbuka untuk umum," sambungnya.


10. KPK Usut Pihak Lain yang Suap AKP Robin

Mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. KPK terus mengusut aliran uang tersebut yang salah satunya diduga berasal dari Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin.

"Semua alat bukti dan juga hasil pemeriksaan selama penyidikan akan diperlihatkan dan kembali dikonfirmasi kepada para saksi termasuk tentu dugaan keterlibatan beberapa pihak yang disebutkan dalam surat dakwaan tersebut juga akan didalami lebih lanjut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (13/8/2021).

Ali mengatakan masyarakat dapat memantau proses persidangan AKP Robin. Hal itu guna transparansi dalam menuntaskan perkara ini.

"Masyarakat dapat mengikuti proses persidangan dimaksud karena terbuka untuk umum," kata Ali.


(yld/yld)