Risma Gandeng Lapan Lacak Penerima Bansos: Kalau Rumahnya Besar Ketahuan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 16:46 WIB
Kemensos menambah bantuan pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako. Sebanyak 1,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT, akan mendapatkan tambahan bantuan selama dua bulan, yakni Juli-Agustus 2021.
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini (Esti Widiyana/detikcom)
Jakarta -

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dalam melacak rumah penerima bantuan sosial (bansos). Hal itu guna memastikan tepatnya sasaran penyaluran bansos.

"Kami bekerja sama juga dengan Lapan. Kita akan tahu nanti kalau posisi dari rumah itu dengan data geospasial, citra satelitnya. Kita akan tahu posisi rumah (penerima bansos) itu," ujar Risma dalam diskusi virtual 'Bansos Dipotong, ke Mana Harus Minta Tolong?' di YouTube KPK, Kamis (19/8/2021).

Risma mengatakan pelacakan itu bertujuan untuk memastikan rumah penerima bansos cocok dengan kriteria. Dia berharap upaya ini dapat dimaksimalkan.

"Sehingga suatu saat kalau dia bilang masih miskin, 'wong rumahnya tambah besar kok', kita bisa bandingkan begitu. Nah, nanti ke depan kita bisa harapkan input-input itu bisa maksimalkan," kata Risma.

Risma mengatakan kini pihaknya masih bekerja sama dengan PT Pos dalam melacak koordinat rumah para penerima bansos. Saat ini yang bisa terdata yakni foto rumah dan titik koordinatnya saja.

"Sekarang kalau yang lakukan itu PT Pos, kami punya titik koordinat rumah masing-masing itu punya kami, karena kebetulan PT Pos mengantar. Kami minta tambahan aplikasi untuk foto rumah dan titik koordinatnya," katanya.

Selanjutnya, Risma mengatakan pihaknya akan segera melengkapi data-data guna bansos tepat sasaran kepada yang membutuhkan. Contohnya kriteria pengguna listrik rumah.

"Nah, tapi memang yang bank kami belum punya. Ke depan, kita akan lengkapi sehingga kita punya data numerik, kemudian data spasial, data kondisi yang tadi disampaikan Prof Zudan (Dirjen Dukcapil) yang dibandingkan dengan data kependudukan," ujarnya.

"Nah, akan bagus sekali sebetulnya kalau kita juga lihat misal nanti ke depan misalkan penggunaan listrik, nanti kita akan lebih tahu lagi. Kalau kita bisa overlap gitu tentang data-data tadi, kita akan lebih lengkap," sambungnya.

Lebih lanjut Risma menyebut sebenarnya ada rumah dengan penggunaan listrik 10 ribu watt yang masih menerima bansos. Hal seperti itulah yang akan dicari supaya bansos tepat sasaran.

"Jadi bagaimana mungkin dia menerima itu yang bantuan rumahnya misalkan rumah itu 10 ribu watt ternyata menerima bantuan, dan ini ada yang seperti itu. Jadi sekarang ini saya lagi cari yang seperti itu untuk membuat dirinya sadar dan mereka mau ngembalikan itu," ujarnya.

Simak Video: KPK Apresiasi Risma Hapus 52 Juta Data Ganda Penerima Bansos

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)