Round-Up

Duka Penumpang KMP Yunicee yang Tenggelam di Perairan Pulau Dewata

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 21:44 WIB

Satu Keluarga Jadi Korban KMP Yunicee

Duka dirasakan Minahadi (50), warga Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Dia kehilangan adik semata wayangnya. Adiknya belum ditemukan bersama dua anaknya yang masih balita yang turut jadi korban KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali.

Minahadi tak bisa membendung tangis, setelah adiknya, Gatut Pujinato (43), warga Karangsem, Bali, yang baru pulang dari rumahnya dikabarkan belum ditemukan. Tak hanya Gatut, anaknya, Kesha Putri (4) dan Muhammad Rafatar (2), juga belum ditemukan.

Sementara itu, istri dan anak pertama Gatut, Diah Ari Mayana (39), serta Bunga Cinta Ramadhani (14) ditemukan tewas dan saat ini berada di RSUD Jembrana, Bali.

"Satu keluarga itu. Ada 5 orang. Dua sudah ketemu meninggal dunia dan tiga belum ketemu, adik saya dan dua anaknya yang masih balita," ujar Minahadi menahan tangis, Rabu (30/6/2021).

Gatut bersama keluarga, kata Minahadi, sengaja datang ke Banyuwangi untuk menjenguk kerabat yang sakit. Mereka datang ke rumah Minahadi di Desa Ringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, dua hari lalu. Baru Selasa (29/6) malam rencananya pulang. Namun nahas, satu keluarga itu menjadi korban kapal tenggelam, KMP Yunicee.

"Baru menjenguk kerabat sakit. Malam pulang dan saya baru dapat kabar tadi malam. Ini tadi tanya ke petugas katanya belum ketemu," tambahnya.

Dia mengaku dua anak dari adiknya yang hilang, yakni Kesha Putri (4) dan Muhammad Rafatar (2), tidak masuk manifes penumpang.

"Makanya tadi cari nama di manifes belum ada," tambahnya.

Dia berharap ada mukjizat dari adiknya dan kedua anaknya bisa ditemukan dengan selamat. Meski sudah ada dua nyawa keluarganya sudah menjadi korban KMP Yunicee karam.

"Mudah-mudahan masih hidup dan ditemukan selamat," pungkasnya.


Warga Tasikmalaya Jadi Korban Tenggelamnya KMP Yunicee

Seorang warga Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, jadi korban tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali, Selasa (29/06/21). Korban bernama Juliadi bekerja sebagai pedagang di kantin kapal sejak dua tahun lalu.

Duka masih dirasakan keluarga Juli. Mereka mendapat kabar, Juliadi jadi korban tenggelam KMP Yunicee di Selat Bali, tepatnya saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa malam. Pemuda ini diketahui jadi salah satu korban yang masih dinyatakan hilang.

"Saya dapat kabar dari keluarga di Banyuwangi kalau adek saya, Juliadi, hilang saat kapal KMP Yunicee tenggelam. Kami masih terus cari informasi," kata Atin Kartini, kakak kandung korban, saat ditemui di rumahnya, Rabu (30/6/2021).

Juliadi bekerja di KMP Yunicee sebagai pedagang di kantin sejak dua tahun lalu. Terakhir kali korban berkomunikasi dengan keluarga melalui aplikasi percakapan video call pada 26 Juni lalu.

"Dia terakhir komunikasi video call 26 Juni Sabtu ya, Pak. Dia sampaikan permohonan maaf nggak balik saat Lebaran kemarin kan masih ada pandemi," ucap Atin.

Korban dikenal sebagai sosok anak yang ulet dan bertanggung jawab. Keluarga hanya bisa berharap Juliadi ditemukan selamat agar bisa kembali berkumpul. Pihak keluarga juga berharap pencarian terus dilakukan tim SAR.

"Saya berharap adik saya ini ditemukan dan selamat," ujar Atin.