Round-Up

Duka Penumpang KMP Yunicee yang Tenggelam di Perairan Pulau Dewata

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 21:44 WIB

Pria Banyuwangi Lolos dari Maut Meski 3 Kali Terlempar di KMP Yunicee

Sumari (52), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, tak menyangka dirinya selamat dari insiden tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali. Sumari mengaku terlempar sebanyak 3 kali. Saat di permukaan air, dia menyelamatkan diri dengan pelampung yang mengapung di lokasi kejadian.

Sumari mengisahkan dirinya yang panik saat menumpang KMP Yunicee yang sedang antre menunggu sandar di Pelabuhan ASDP Gilimanuk, Bali.

"Posisi kapal sudah miring ke kiri. Saat itu seluruh penumpang ke depan kapal mencari pelampung, berebut itu," ujarnya kepada detikcom, Rabu (30/6/2021).

Di tengah perebutan pelampung itu, kata Sumari, dia terjatuh hingga 3 kali. Ini disebabkan desakan dari penumpang lain yang berebut. Karena putus asa, dia hanya duduk di ruang penumpang, menunggu adanya keajaiban.

"Saya tidak tahu lagi bagaimana. Karena pelampung saya tidak ada. Ya diam di ruang penumpang," tambahnya.

Tiba-tiba saja ada guncangan hebat di badan kapal. Kapal semakin miring ke kiri dan akan terbalik. Dia pun terlempar sebanyak 3 kali.

"Tapi entah kenapa kok saya tiba-tiba keluar dan tercebur di laut. Saya mencoba berenang karena panik," ungkapnya.

Saat panik, tiba-tiba saja banyak bertebaran pelampung di sekitar perairan lokasi tenggelamnya KMP Yunicee. Dia langsung mengambil pelampung kemudian memakainya.

"Agak lama itu. Kemudian ada kapal yang menyelamatkan saya dan penumpang lain," tambahnya.

Hal yang sama diungkapkan Sukro Winoto (44), warga Kecamatan Srono, Banyuwangi. Dia sesaat sebelum kapal tenggelam sempat mengambil pelampung dan langsung meloncat ke laut. Dia mengaku hampir 30 menit terapung di Selat Bali hingga akhirnya ada kapal lain yang menolongnya.

"Ada setengah jam nunggu kapal lewat dan teriak minta tolong. Alhamdulillah masih diberi keselamatan," tambahnya dengan bersyukur.

Gadis Cantik Asal Banyuwangi Batal Menikah

Duka menyelimuti keluarga Hariyanto, warga Kecamatan Kabat Banyuwangi. Anaknya, Ariana Niken Permatasari (23), jadi korban KMP Yunicee karam. Penjaga loket Pelabuhan Gilimanuk Bali ini sedianya menikah bulan depan.

Prosesi pemakaman Ariana Niken Permatasari digelar hari ini, Rabu (30/6/2021). Tangis histeris keluarga korban mengiringi kepergian jenazah ke pemakaman umum setempat. Karena masih gadis, prosesi pemakaman pun menggunakan bunga mayang dan pelepasan ayam.

Haryanto hanya bisa mengusap pusara anaknya yang sudah dimakamkan di TPU Kabat. Banyak kerabat dan keluarga yang menyertai. Tak ada kata yang terucap di mulut Haryanto. Hanya doa yang terucap di bibirnya.

"Keluarga masih berduka. Tidak bisa banyak memberikan komentar," ujar Supriyanto, tetangga korban.

Sementara itu, Achmad, keluarga korban, mengaku mendiang Niken sedianya akan menikah bulan depan. Namun rupanya rencana itu urung terjadi setelah Niken jadi korban KMP Yunicee tenggelam di Gilimanuk.

"Iya (akan menikah) tapi Tuhan lebih sayang Niken," tambahnya.

Pihaknya mengaku berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu menemukan jenazah Niken dan membawa langsung ke rumah duka.

"Sekitar pukul 3 pagi datang (jenazahnya) dan sudah dimakamkan. Kami ucapkan terima kasih semua yang sudah membantu pemakaman," pungkasnya.

Ariana Niken Permatasari dikenal sebagai sosok periang dan supel. Teman sejawatnya pun sangat kehilangan gadis cantik asal Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ini. Niken rencananya bertugas di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dengan menumpang KMP Yunicee. Namun di tengah antre sandar, kapal yang melayani penyeberangan Jawa-Bali ini terbalik dan tenggelam.