Round-Up

Kala Adam Terseret dalam Jebakan Kebohongan Babi Ngepet

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 03:01 WIB
Adam Ibrahim, perekyasa babi ngepet di Depok ditetapkan sebagai tersangka keonaran.
Foto: Adam Ibrahim, perekyasa babi ngepet di Depok (Iswahyudi/20detikcom)
Depok -

Cerita soal babi ngepet yang menghebohkan wraga Bedahan, Sawangan, Depok adalah sebuah rekayasa. Pelaku, Adam Ibrahim kini harus berurusan dengan polisi setelah membuat berita bohong (hoax) soal babi ngepet.

Adam Ibrahim terperangkap dalam jebakan kebohongannya sendiri. Bapak dua anak ini menutupi kebohongannya dengan kebohongan lainnya agar mendapat pengakuan dari warga.

Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing mengatakan kehebohan soal 'babi ngepet' ini bermula ketika Adam Ibrahim menerima keluhan sejumlah warga yang kehilangan uang. Warga tersebut meminta solusi kepada Adam Ibrahim.

"Pak Adam Ibrahim ini terjebak dalam kebohongannya sendiri. Ada satu istilah, suatu kebohongan akan menimbulkan kebohongan yang lain. Apabila dia melakukan suatu kebohongan dia akan menutupinya dengan kebohongan-kebohongan lain supaya menganggap bahwa ini seolah-olah benar, maka timbullah cerita itu," kata Rio Tobing dalam wawancara eksklusif dengan Tim Blak-blakan detikcom di Polresta Depok, Jumat (30/4/2021).

Jauh sebelum ini, Adam Ibrahim juga pernah mengklaim mencoba menangkap 'babi ngepet'. Namun, saat itu Adam Ibrahim mengaku kepada warga jika 'babi ngepet' itu tidak berhasil dia tangkap.

"Berdasar pemeriksaan saksi-saksi, Adam Ibrahim sebelumnya sudah pernah mencoba melakukan penangkapan babi ngepet ini, menurut cerita saksi, namun tidak tertangkap, babi tersebut hilang dan yang tertangkap hanya berupa bulu babi. Itu sekitar sebulan lebih sebelum puasa, Maret lah," jelasnya.

Rekayasa Babi Ngepet

Karena ingin membuktikan soal 'babi ngepet' ini, Adam Ibrahim kemudian membeli seekor babi hutan. Babi hutan itu dia beli dari seorang pemburu di Cipanas, Bogor.

"Dia mencari (babi hutan) di online, kemudian komunikasi (dengan penjual). Ada saksi menyatakan dia disuruh Adam untuk ambil babi tersebut di Cipanas, Bogor, Puncak Rp 900 ribu," katanya.

Nah untuk membeli babi hutan ini, yang mengeluarkan uang ternyata warga yang mengeluhkan soal kehilangan uang. Adam Ibrahim meminta warga itu sejumlah uang bukan untuk beli babi, melainkan untuk biaya untuk 'menangkap babi ngepet'.

"Karena terus didesak, 'ini bisa ditangkap caranya begini...begini tapi butuh biaya' kurang lebih Rp 1,4 juta. Ya udah kita patungan saja, saya 700', sisanya 700 masyarakat itu. Saksi ini merasa udah kehilangan uang, makanya 'ya udah lah sekalian saya pengen tahu (babi ngepetnya) ketangkap atau nggak," tuturnya.

Halaman selanjutnya, Adam Ibrahim menyesal



Simak Video "Motif Dalang Hoax Babi Ngepet di Depok: Ingin Terkenal dan Dianggap!"
[Gambas:Video 20detik]