ADVERTISEMENT

Round-Up

Duka Keluarga Irsan Tewas Penuh Luka Usai Diksar Mapala

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 22:37 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi (Thinkstock)
Bone -

Keluarga dirundung duka mendalam atas tewasnya mahasiswa IAIN Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Irsan (19), setelah mengikuti pendidikan dasar (diksar) mahasiswa pencinta alam (mapala). Keluarga mengungkapkan, kondisi Irsan sangat memprihatinkan saat pulang dari diksar, dengan banyaknya luka lebam di tubuhnya.

Irsan diketahui mengikuti Diksar Mapala IAIN Bone selama tujuh hari. Sepulang ke rumah, Irsan langsung mengalami sakit karena kekerasan diduga masih membekas di tubuhnya.

"Irsan pulang ke rumah pada Jumat (12/3) malam, sekitar pukul 00.00 Wita. Pada saat itu kondisinya memang sudah lemah dan tidak bisa lagi bergerak," ujar Irmawati, kakak korban, setelah dimintai keterangan polisi, Selasa (16/3/2021).

Almarhum yang terus sakit usai mengikuti diksar sempat dirawat di rumah selama 2 hari, namun kondisinya tak kunjung membaik.

"Kemudian hari Senin meninggal di rumah sakit sekitar jam 11.00," kata Irmawati.

Irma juga mengaku menyaksikan sejumlah luka yang terdapat di tubuh adiknya. Menurut dokter, katanya, korban juga kekurangan cairan.

"Banyak luka lebam, paha kanan bengkak. Punggung, lengannya, hingga leher juga lebam, bahkan ada kuku terbuka. Saat tiba di rumah, perutnya mengeras. Penjelasan dari dokter katanya kekurangan cairan, banyak luka lebam juga," ujarnya.

Irma menjelaskan, adiknya minta izin berangkat diksar pada 5 Maret dan pulang pada 12 Maret. Irsan sudah dimakamkan pada Senin (15/3).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT