Peserta Diksar Pecinta Alam di Sulsel Tewas, Polisi: Ada Kekerasan Panitia

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 14:30 WIB
Polisi olah TKP lokasi peserta Diksa KPA di Lutim, Sulsel tewas (dok. Istimewa).
Polisi olah TKP lokasi peserta Diksa KPA di Lutim, Sulsel, tewas. (dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Seorang peserta pendidikan dasar (diksar) komunitas pecinta alam (KPA) di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Muhammad Rifaldi (17), meninggal dunia. Polisi menemukan ada kekerasan panitia di setiap pos kegiatan diksar tersebut.

"Korban meninggal saat diberi perawatan medis di puskesmas," ujar Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko kepada detikcom, Selasa (16/3/2021).

Indratmoko mengatakan korban bersama 13 orang lainnya mengikuti diksar KPA Sanggar Kreatif Anak Rimba alias Sangkar Luwu Timur sejak Senin (8/3). Proses diksar berlangsung di Desa Batu Putih, Kecamatan Burau, Lutim.

Lebih lanjut, korban dilaporkan tiba-tiba terjatuh saat proses diksar pada Sabtu (13/3) atau 5 hari setelah proses diksar itu berlangsung. Polisi yang menyelidiki kejadian ini lantas menemukan korban meninggal dunia karena ada kekerasan fisik terhadap korban.

"Hasil pemeriksaan di setiap pos terjadi kekerasan kepada peserta oleh panitia," kata Indratmoko.

Menurutnya, temuan kekerasan itu diperkuat dengan sejumlah luka lebam yang dialami sejumlah peserta lain yang masih selamat.

"Selain korban yang meninggal dunia, ada juga yang lain lebam-lebam dan bahkan ada yang kupingnya mengeluarkan darah akibat kekerasan," jelas Indratmoko.

Indratmoko mengungkap pihaknya kini masih mendalami kasus kematian peserta tersebut. Menurutnya, peserta diksar ada yang punya status pelajar, mahasiswa, dan seterusnya.

"Sementara masih didalami peran masing-masing panitia dalam rangkaian peristiwa kekerasan tersebut," pungkas Indratmoko.

(hmw/nvl)