Round-Up

Geger Prostitusi ABG Bertarif Jutaan Terbongkar di Sunter

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 07:32 WIB
Polsek Tanjung Priok Bongkar Prostitusi ABG di Hotel Berbintang di Sunter
Polsek Tanjung Priok Bongkar Prostitusi ABG di Hotel Berbintang di Sunter (Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Praktik prostitusi anak baru gede (ABG) di sebuah hotel berbintang di kawasan Sunter, Jakarta Pusat, dibongkar aparat kepolisian. Ada empat ABG perempuan dan seorang laki-laki sebagai muncikari yang diamankan di hotel tersebut.

Dirangkum detikcom, kasus ini terbongkar setelah pihak Kepolisian Sektor Tanjung Priok mendapatkan informasi adanya perdagangan orang di hotel tersebut. Tim Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok kemudian melakukan penyelidikan hingga mengamankan pria inisial RSD (20) di lobby hotel.

Polisi kemudian menginterogasi RSD dan menggeledahnya. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan sejumlah uang pada tersangka RSD.

"Yang bersangkutan mengakui telah menyiapkan empat orang perempuan di bawah umur untuk disiapkan sebagai job ke om-om inisial R," kata Kapolsek Tanjung Priok Kompol Hadi Suripto dalam jumpa pers di Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).

Polisi kemudian bergerak ke hotel tersebut. Saat digeledah, ternyata benar ditemukan keempat korban di hotel tersebut bersama dengan laki-laki hidung belang inisial R.

Direkrut dari Aplikasi

Polisi mengungkap RSD merekrut para ABG melalui aplikasi WeChat. Para ABG tersebut kemudian ditawarkan oleh muncikari kepada para lelaki hidung belang.

"Kalau secara detail hasil interogasi saya dengan muncikari, itu bisa melalui media sosial WeChat. Yang paling sering terjadi menggunakan WeChat," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka kepada wartawan di Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).

Lebih lanjut Paksi menjelaskan alasannya menggunakan aplikasi untuk merekrut para korban. Menurut pengakuan tersangka RSD, di aplikasi itu dia bisa menemukan anak-anak muda belia.

"Kalau saya rasa, alasan (pelaku) pakai WeChat karena jarang orang di atas 40 tahun. Itu bermain di bawah umur-umur belia," imbuh Paksi.

Sementara, Kapolsek Tanjung Priok Kompol Hadi Suripto menyebutkan bahwa keempat ABG itu terjerumus prostitusi karena pergaulan.

"Ini masalah pergaulan saja, biasa nongkrong di kafe dan lain-lain. Dia terima job atau permintaan dari om-om, kemudian dia komunikasi sama teman-temannya siap terima job," kata Hadi.

Di halaman berikutnya simak soal tarif ABG prostitusi

Selanjutnya
Halaman
1 2 3