Soal Ujian 'Anies Diejek Mega' Dinilai untuk Kepentingan 2024

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 10:58 WIB
Sukirno, Guru SMPN 250 Cipete Utara, Jakarta Selatan,  yang membuat soal ujian Anies Diejek Mega.
Sukirno, Guru SMPN 250 Cipete Utara, Jakarta Selatan, yang membuat soal ujian 'Anies Diejek Mega'. (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Soal ujian yang memuat 'Anies Diejek Mega' menuai kontroversi. Soal ujian itu muncul di SMPN 250 Cipete Utara, Jakarta Selatan. Pengamat politik menilai ada unsur kesengajaan yang bertujuan politis dalam pembuatan soal itu.

"Munculnya soal ujian sekolah tersebut patut diduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk tujuan politis, meski mereka bisa berkelit bahwa soal tersebut hanya sebuah contoh kasus," kata Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, kepada wartawan, Rabu (16/12/2020).

Karyono menilai soal ujian itu mengandung tendensi politik. Dia memprediksi itu akan berpengaruh kepada elektoral kedua tokoh itu pada 2024 nanti.

Apalagi, katanya, siswa SMP yang diberi soal itu, ada kemungkinan akan menjadi pemilih pemula pada 2024 nanti sehingga, menurut Karyono, bisa saja soal ujian 'Anies diejek Mega' menggiring opini para siswa.

"Soal 'Anies ejek Mega' tersebut jelas mengandung tendensi politik. Dengan demikian, munculnya soal tersebut bisa diprediksi untuk kepentingan politik elektoral 2024. Kalimat yang terkandung dalam soal ujian tersebut memiliki tendensi men-downgrade sosok Megawati di satu sisi dan di sisi lain meng-upgrade popularitas Anies Baswedan. Sasarannya adalah siswa yang berpotensi menjadi pemilih pemula," ujarnya.

Lebih lanjut, meski pembuat soal tidak ada tujuan politis, Karyono mengatakan tetap saja soal dengan membawa nama pejabat itu tidak etis. Dia meminta Mendikbud Nadiem Makarim memberikan peringatan kepada pembuat soal.

"Namun terlepas ada atau tidak ada kepentingan politis, tindakan membuat soal ujian seperti itu merupakan perbuatan tidak etis dan berlebihan, tidak patut menjadi suri tauladan. Masih banyak contoh soal yang lain yang tidak tendensius dan lebih mendidik," ujarnya.

"Dalam kasus ini, menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim harus memberi peringatan keras kepada pihak yang sengaja mencantumkan soal ujian tersebut. Marwah pendidikan nasional sebagai kawah candradimuka untuk mencetak generasi cerdas dan berbudi pekerti luhur harus dijaga," lanjut Karyono.

Simak juga video 'Soal Ujian Tentang Khilafah Bikin Geger Kediri':

[Gambas:Video 20detik]



Pihak SMPN 250 Cipete Utara sudah meminta maaf atas hal ini. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2