Geram, Ketua DPRD DKI Minta Guru Buat Soal 'Anies Diejek Mega' Baca Pancasila

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 19:03 WIB
Sukirno, Guru SMPN 250 Cipete Utara, Jakarta Selatan,  yang membuat soal ujian Anies Diejek Mega.
Sukirno, guru SMPN 250 Cipete Utara, Jakarta Selatan, yang membuat soal ujian 'Anies Diejek Mega'. (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi geram terhadap Sukirno, yang membuat soal ujian 'Anies Diejek Mega'. Prasetio pun meminta guru SMPN 250 Cipete Utara, Jakarta Selatan, itu untuk membaca Pancasila sambil berdiri.

"Bapak coba berdiri, ngomong Pancasila, bisa nggak sih, coba Pancasila," kata Edi di ruang rapat Komisi E DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2020).

Sukirno, yang posisinya di sisi kanan Prasetio, langsung berdiri. Sukirno pun melepaskan masker dan membacakan Pancasila di hadapan peserta rapat dan anggota Dewan.

"Pancasila. Satu, ketuhanan yang maha esa. Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, persatuan Indonesia. Empat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Sukirno dengan lantang.

Prasetio lantas menanyakan makna poin per poin dari Pancasila itu kepada Sukirno. Namun, saat itu, Sukirno memilih diam dan tak menjawab.

"Tahu tidak, Bapak, dari poin satu ke poin lima? Tahu tidak artinya?" kata Prasetio dengan nada tinggi.

Lebih lanjut Prasetio meminta para guru memiliki pandangan yang luas. Sebab, kasus ini, lanjut dia, bukan hanya mengorbankan nama tokoh publik, tetapi juga bisa mendoktrin generasi anak bangsa.

"Jangan Bapak mengorbankan orang, Pak, sebagai guru, Pak. Kalau guru tuh sudah harus melihat yang besar, Pak, bukan melihat yang sempit, Pak. Kalau tiba-tiba itu anak didoktrin seperti itu dengan contoh seperti itu, apa yang terjadi? Saya tanya Bapak," kata Prasetio.

Diketahui, Prasetio Edi Marsudi mendadak hadir di rapat Komisi E yang membahas heboh soal ujian 'Anies Diejek Mega'. Prasetio marah dan mencecar guru pembuat soal tersebut.

Guru pembuat soal itu bernama Sukirno, yang berasal dari SMPN 50 Cipete Utara, Jakarta Selatan. Ia hadir dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta, yang digelar hari ini.

"Kok Bapak bisa membuat satu soal yang mungkin di pikiran, di otak, Bapak itu bukan provokasi. Tapi, setelah dibaca, itu kan sebuah doktrin," kata Prasetio.

Bahkan Prasetio mengatakan bakal membawa urusan ini ke polisi. Dengan nada tinggi dan suara keras, politikus PDIP ini kembali mencecar Sukirno apakah dia hendak melakukan provokasi.

(whn/idn)