Meteorit Rezeki dari Langit

Meteorit Jadi Bahan Keris Empu Gandring hingga Keris Diponegoro

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 09:21 WIB
Keris tak hanya digunakan sebagai senjata tetapi juga sebagai aksesoris dan benda pusaka turun temurun. Seperti apa proses pembuatan keris tersebut?
Foto ilustrasi pembuatan keris. Tidak berhubungan langsung dengan berita. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Meteorit yang jatuh di Tapanuli Tengah menjadi rezeki bagi Josua Hutagalung. Batu dari langit itu memang bernilai tinggi. Bahkan keris legendaris nan terkutuk dari Tanah Jawa juga terbuat dari meteorit: keris Empu Gandring.

"Meteorit sudah dikenal oleh leluhur kita dari sebelum abad ke-6. Hal ini bisa ditemui pada artefak keris zaman Mataram Hindu, zaman Purwacarita, dan seterusnya," kata ahli pembuat keris Empu Totok Brojodiningrat kepada detikcom, Sabtu (21/11/2020).

Zaman Purwacarita berarti sama dengan zaman prasejarah atau era sebelum dikenal catat-mencatat peristiwa dengan tulisan. Artinya, sejak dahulu kala, masyarakat Jawa sudah paham bahwa meteorit adalah barang berharga yang bisa diolah menjadi mahakarya.

"Bahkan seorang empu zaman dahulu sudah mengerti tanda-tanda benda langit ini kapan akan jatuh. Misalnya Empu Gandring menunggui meteorit yang akan jatuh di Padang Karautan," tutur Ki Totok, begitu panggilan Empu Totok Brojodiningrat.

Meteorit menjadi bahan baku keris karya Empu Gandring, pembuat keris dari era Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari (Singhasari/Singosari). Keris Empu Gandring inilah yang dipakai Ken Arok untuk menikam Empu Gandring, sang pembuatnya.

Keris itu lantas mengiringi intrik politik pendirian Kerajaan Singasari. Ken Arok menikam kepala daerah bernama Tunggul Ametung dengan menjadikan Kebo Ijo sebagai kambing hitam pelaku pembunuhan.

Setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok mengawini pasangan Tunggul Ametung bernama Ken Dedes. Ternyata Ken Dedes sudah mengandung anak Tunggul Ametung bernama Anusapati. Akhirnya, Ken Arok dibunuh oleh Anusapati lewat tangan pembantunya, hingga akhirnya pembantunya itu dibunuh pula oleh Anusapati dengan keris yang sama.

Kembali ke penjelasan Ki Totok, keris itu berbahan meteorit. "Dari campuran meteorit itu tercipta keris yang sangat ampuh yang mampu menembus kekebalan ilmu Tunggul Ametung, penguasa Tumapel di tlatah Jawa Timur," kata Ki Totok.

Mpu Totok Brojodiningrat, pakar keris. (Dok Pribadi Totok Brojodiningrat)Mpu Totok Brojodiningrat, pakar keris. (Dok Pribadi Totok Brojodiningrat)

Selanjutnya, keris legendaris Majapahit: