Jared Bantah Terlibat Jual-Beli Meteorit di Tapteng, Ngaku hanya Cek Keaslian

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 16:46 WIB
Kisah Josua Hutagalung, penemu batu meteor asal Sumatera Utara: Saya jual Rp200 juta, ternyata harganya Rp26 miliar
Josua Hutagalung, penemu batu meteor asal Sumut (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Jared Collins buka suara soal kehebohan meteorit yang timpa rumah Josua Hutagalung hingga akhirnya disebut terjual Rp 200 juta. Jared membantah ikut terlibat dalam jual-beli benda langit yang jatuh di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

Dalam kasus tersebut, Jared disebut hanya dimintai tolong koleganya untuk memeriksa keaslian meteorit yang menimpa rumah Josua. Jared setuju membantu koleganya karena memiliki pengetahuan serta minat pada meteorit.

"Tujuan akhir dari keterlibatan Jared Collins sebagai penggemar meteorit adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk secara pribadi menyaksikan dan secara fisik memeriksa meteorit yang penting secara ilmiah ini," demikian keterangan yang diterima dari pihak Jared, Jumat (20/11/2020).

Jared yang tinggal di Bali disebut awalnya dihubungi kolega pada Sabtu (7/11) oleh koleganya di AS yang tertarik memiliki meteorit yang jatuh di Dusun Sutahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Tapteng. Jared disebut tak terlibat dalam penentuan harga jual meteorid Josua.

Nilai transaksi telah disetujui Josua dan koleganya. Harga yang disepakati disebut adil dan diterima kedua belah pihak.

Josua mengaku meteorit dibeli Rp 200 juta. Sementara media asing menyebut benda langit tersebut punya potensi nilai jual tak kurang dari Rp 25 miliar. Namun angka-angka tersebut ditepis Jared.

"Mengklarifikasi berita yang saat ini beredar tentang perkiraan nilai pembelian batu meteorit tersebut, atau ganti rugi yang diberikan atas batu tersebut, dapat dipastikan bahwa angka yang disebutkan sama sekali tidak benar dan tidak tepat. Adapun keaslian, nilai sebenarnya adalah kerahasiaan kedua belah pihak, baik Joshua Hutagalung maupun warga Amerika yang tinggal di luar negeri, yang mengambil alih meteor tersebut, berdasarkan kesepakatan bersama," kata dia.

"Tetapi jumlah yang dibayarkan/diterima bukanlah Rp 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp 25 miliar yang dilaporkan di seluruh dunia. Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," tambahnya.

Jared lalu pergi menemui Josua ke Tapteng untuk mengecek keaslian meteorit tersebut. Dalam transaksi meteorit ini, Jared disebut tidak memiliki hubungan kecuali dengan Josua dan koleganya yang membeli benda langit tersebut.

"Jared Collins menerima penggantian untuk biaya perjalanan dan untuk waktunya yang dihabiskan untuk kepentingan membantu kolega ini. Dia tidak memiliki meteorit ini dan juga tidak menjual meteorit tersebut kepada pihak lain yang memiliki meteorit tersebut saat ini," ucapnya.

Cerita meteorit jatuh di Tapteng sempat bikin heboh. Pengakuan Josua soal meteorit jatuh di sekitar rumahnya bisa disimak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2