Round-Up

Tanda Tanya Senayan Gegara Meteorit Ratusan Juta Tak Terpantau Lapan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 06:16 WIB
Kisah Josua Hutagalung, penemu batu meteor asal Sumatera Utara: Saya jual Rp200 juta, ternyata harganya Rp26 miliar
Foto: Josua dan batu meteor (BBC Magazine)
Jakarta -

Fenomena alam luar angkasa menghampiri bumi Indonesia. Sebuah meteorit jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, lalu diambil oleh seorang warga bernama Josua Hutagalung. DPR RI dibuat penuh pertanyaan soal kejadian langka ini.

Meteorit yang jatuh ke rumah Josua di Kolang, Tapanuli Tengah, Sabtu (1/8/2020), dijual seharga Rp 200 juta. Batu dari langit itu dijual Josua kepada seorang warga negara asing (WNA).

Josua mengaku sempat menunggu pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) datang ke rumahnya. Namun, usai 2 pekan pihak Lapan tak datang, Josua memutuskan menjual meteorit tersebut.

"Belum ada yang datang. Kita tunggu-tunggu itu berapa minggu. Tanggal 17 (Agustus 2020) kan batunya dijual, sampai tanggal 16 (Agustus) kita tunggu, nggak ada responsnya ya sudahlah daripada habis batunya dimainin sama anak ke depan rumah, dilempar-lempar. Daripada hilang, dijuallah," ucap Josua saat dihubungi, Kamis (19/11/2020).

Beberapa hari kemudian, media Inggris menyebut Josua sebagai orang kaya baru setelah batu meteor yang menimpa rumahnya pada Agustus 2020 dihargai 757 pound sterling (Rp 14,1 juta) per gram di sebuah situs jual-beli online. Artinya, harga batu seberat 1.800 gram yang dijual Josua bisa mencapai hampir 1,4 juta pound sterling atau setara dengan Rp 26 miliar.

Pria 34 tahun yang bermata pencaharian sebagai pembuat peti mati ini mengaku batu meteor tersebut dijualnya hanya seharga Rp 200 juta. Setalah dapat uang, dia habiskan untuk dibagi-bagi kepada keluarga, yatim-piatu, gereja, dan perbaikan makam orang tua.

"Uangnya sudah habis, cuma Rp 200 juta," kata Josua sambil tertawa getir kepada Dedi Hermawan, wartawan di Sumatera Utara yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Rabu (18/11/2020).

Komisi VII DPR RI yang membidangi ilmu pengetahuan dan teknologi menyatakan belum pernah menerima laporan dari Lapan perihal meteorit jatuh di rumah Josua hingga dijual Rp 200 jura. Komisi VII menyatakan akan mencari tahu detail peristiwa meteorit jatuh itu ke Lapan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2