ADVERTISEMENT

Kejagung Siapkan Berkas Perkara Djoko Tjandra yang Diminta KPK

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 18:32 WIB
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kasus Djoko Tjandra di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (4/8/2020). Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami dugaan adanya pelanggaran pidana yang dilakukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pertemuannya dengan Djoko Tjandra.   ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.  *** Local Caption ***
Foto Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono: ANTARA/RENO ESNIR
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana mengirimkan salinan berkas perkara dan berita acara pemeriksaan (BAP) Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang diminta KPK. Saat ini, Kejagung sedang menyiapkan dokumen kasus itu.

"Sedang dilakukan koordinasi untuk berkas perkara secara lengkap dan segera diserahkan kelengkapan yg diminta," kata Kepala Pusat Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Hari mengatakan berkas dokumen itu akan dikirim oleh pihak Jampidsus. Namun, dia belum tahu kapan berkas itu akan dikirim ke KPK.

Diketahui, KPK mengaku hingga kini pihaknya belum menerima salinan berkas perkara dan BAP Djoko Tjandra. Padahal, KPK telah mengirimkan dua surat untuk meminta salinan berkas perkara dan BAP Djoko Tjandra.

"Jadi perkara mengenai Djoko Tjandra ini, ini kan sudah ditetapkan disupervisi oleh KPK, baik yang di Bareskrim maupun di Kejaksaan Agung, dan kita sudah pernah melakukan gelar bersama, karenanya KPK pada tanggal 22 September 2020, dan kemudian pada tanggal 8 Oktober 2020 telah mengirimkan surat permintaan salinan berkas perkara dan berita acara pemeriksaan terhadap perkara tersebut, baik yang di Bareskrim dan di Kejagung," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, kepada wartawan, Kamis (12/11).

"Tapi hingga saat ini memang belum ada, KPK belum memperoleh dokumen yang diminta KPK tersebut," imbuhnya.

Jampidsus Ali Mukartono juga sudah angkat bicara perihal pernyataan Nawawi. Selanjutnya >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT