Alasan Amak-amak Lerai Anggota Klub Moge Keroyok TNI: Saya Tak Ada Takutnya

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 14:40 WIB
Aksi Sri mendapat apresiasi dari pihak TNI. Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam, Letkol Arh Yosip Brozti Dani, mengaku bersyukur Sri ada di lokasi itu.

"Kami tentu saja sangat berterima kasih kepda Ibu Sri, yang secara refleks berusaha melerai pengeroyokan itu. Saya mengucapkan terima kasih, karena ibu itu ada di TKP, berhenti di situ dan secara refleks berusaha melerai," ucap Yosip.

Peristiwa dugaan pengeroyokan ini terjadi pada Jumat (30/10/2020) sore. Saat itu, dua anggota TNI, yakni Serda M Yusuf dan Serda Mistari, diduga mendapat perlakuan tak pantas dari rombongan moge yang melintas di Jalan Dr Hamka Kota Bukittinggi.

Danpuspomad, Letjen Dodik Wijanarko, menyebut kedua prajurit yang diduga menjadi korban pengeroyokan itu sedang bertugas tanpa seragam dinas. Keduanya merupakan anggota Intel Kodim 0304/Agam.

"Pada saat rombongan moge mendahului Serda M Yusuf yang berboncengan dengan Serda Mistari memberi kesan kurang sopan," ujar Letjen Dodik dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10).

Kedua anggota TNI yang berboncengan itu pun sempat keluar jalur. Mereka lalu mengejar dan terjadi cekcok berujung pengeroyokan.

Polisi kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka labih dulu, yakni MS (49), B (18), HS alias A (48), dan JAD alias D (26).

Polisi kemudian menetapkan seorang lagi sebagai tersangka, yakni TTR alias TTG (33). TTG diduga mendorong salah satu prajurit TNI hingga terjatuh.

HOG SBC telah menyampaikan permintaan maaf. Mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya kegaduhan atas kejadian tersebut. Kedua, kami atas nama HOG SBC memohon maaf kepada seluruh korban pemukulan yang dilakukan oleh anggota HOG SBC. Ketiga, kami memohon maaf kepada pihak seluruh anggota TNI, khususnya kodim setempat, dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Bukittinggi," ujar Public Relation HOG SBC Epriyanto.


(haf/idh)