Buzzer dan Influencer, Apa Bedanya?

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 07:13 WIB
Infog Buzzer
Gambar ilustrasi (Fuad Hasim/detikcom)

Pandangan pemerintah

Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menilai para aktor digital, salah satunya influencer, merupakan bagian penting dalam perkembangan informasi dan demokrasi digital. Menurut Fadjroel, dalam konteks pemerintahan demokrasi, para influencer dibutuhkan sebagai jembatan untuk mengkomunikasikan kebijakan kepada masyarakat.

"Perkembangan masyarakat digital dengan peranan para aktor digital (salah satunya influencer) umumnya adalah kelas menengah adalah keniscayaan dari transformasi digital. Aktor digital akan terus berkembang dalam peran-peran penting membangun jaringan informasi yang berpengaruh terhadap aktivitas produktif sosial ekonomi dan politik," kata Fadjroel dalam keterangannya kepada wartawan, tadi.

Sebelumnya, Program Siberkreasi gagasan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ramai diterpa isu miring terkait influencer di media sosial. Kominfo pun memberikan penjelasan terkait program tersebut.

Kominfo menjelaskan, Siberkreasi merupakan gerakan nasional literasi digital yang merupakan wadah kolaborasi bersama 108 lembaga dan komunitas. Di dalamnya, kata dia, memang ada program School of Influencer. Pelatihan yang ditujukan untuk masyarakat.

"School of influencer bukan pelatihan untuk para influencer. School of influencer bisa dicek di website maupun di medsos Siberkreasi," kata Stafsus Menkominfo Bidang Digital dan SDM, Dedy Permadi, saat dihubungi detikcom, Minggu (30/8).

Halaman

(dnu/fjp)