Anggota F-PKB: Influencer Sampaikan Konten Positif, Bedakan dengan Buzzer

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 17:25 WIB
Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Istana menilai influencer adalah bagian penting dalam perkembangan demokrasi digital. Anggota Komisi I DPR RI, Abdul Kadir Karding, menyebut peran influencer penting di era digital ini.

"Memang peran influencer ini sangatlah dibutuhkan untuk menjadi instrumen komunikasi publik, komunikasi kebijakan pemerintah, sekaligus juga memberi tanggapan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak tepat oleh masyarakat," kata Karding kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Di sisi lain, Karding menilai peran influencer harus diarahkan untuk hal-hal positif. Influencer, menurutnya, tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

"Penggunaan influencer itu harus dibangun dengan iktikad baik, dengan niat dan nilai-nilai positif. Artinya, influencer ini betul-betul untuk menjadi bagian dari alat pemerintah untuk menyebarkan informasi-informasi tentang kebijakan-kebijakan yang telah diambil atau perilaku-perilaku kepemimpinan yang telah terjadi yang dilakukan oleh, khususnya pejabat publik maupun pemerintah," ujarnya.

"Pendek kata bahwa suka tidak suka kita harus menggunakan atau bermitra dengan influencer untuk tujuan-tujuan yang positif, yang baik bagi pembangunan bangsa kita," imbuhnya.

Karding juga menegaskan peran influencer tidak sama dengan buzzer, yang selama ini dipandang negatif oleh masyarakat. Anggota DPR Fraksi PKB itu menyebut influencer rata-rata menampilkan konten yang positif.

"Harus diluruskan, harus dibedakan antara influencer dan buzzer. Influencer itu kan orang yang memiliki pengaruh yang kuat, termasuk pengikut yang banyak di tengah-tengah masyarakat, dan rata-rata mereka memiliki, menyampaikan konten-konten yang positif," tuturnya.

Tonton video 'Jubir Jokowi Anggap Influencer Penting, DPR Beda Pendapat':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2