detikNews
2019/10/06 15:01:20 WIB

Buzzer dan Kakak Pembina

Suara Relawan Pro-Jokowi: Kini Seolah Buzzer Haram dan Menjijikkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 3
Suara Relawan Pro-Jokowi: Kini Seolah Buzzer Haram dan Menjijikkan Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono)
Jakarta - Isu buzzer media sosial pro-pemerintah mengemuka usai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menanggapi sosok misterius Kakak Pembina buzzer Istana. Moeldoko bahkan setuju buzzer politik ditertibkan. Namun salah satu pihak yang disebut sebagai buzzer mengkritik rencana penertiban itu.

"Buzzer ini kan istilahnya bukan hanya ditujukan buzzer Istana. Buzzer ini kita bilang ada buzzer Kartanegara juga kan. Itu dalam konteks pilpres," kata Pepih Nugraha saat dihubungi detikcom, Jumat (4/10/2019).

Pepih adalah salah satu dari banyak nama yang diunggah akun Facebook Seword, akun pro-pemerintahan Jokowi. Pepih dan yang lain berkumpul memenuhi panggilan Kakak Pembina, sosok misterius. Orang-orang yang berkumpul itu lantas dianggap sebagai buzzer Jokowi.



Mantan wartawan ini berusaha meluruskan isu tersebut. Menurutnya, istilah buzzer bukan hanya ada untuk buzzer Istana Kepresidenan saja. Buzzer adalah pihak yang mendengungkan sebuah pesan. Terlepas kerja-kerja mendengung itu dibayar atau sukarela.

"Ada barangkali buzzer khilafah, buzzer HTI. Buzzer ini kan kalau bahasa Indonesianya kan pendengung dari suara-suara lebah-lebah. Jadi orang yang mendengungkan," ujar Pepih

"Siapapun bisa mendengungkan, entah itu pesanan, dibayar, atau entah itu sukarela," sambungnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com