Round-Up

Aksi Serba Kilat dan Senyap Ala Djoko Tjandra

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 06:58 WIB
Ilustrasi korupsi
Ilustrasi (Foto: ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Sepak terjang Djoko Tjandra licin bagai belut. Buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali membuat e-KTP hingga mengajukan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dalam waktu yang singkat dan senyap di hari yang sama.

Terbaru, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut Djoko Tjandra ternyata sempat membuat KTP sebelum mengajukan PK. Nama dalam KTP itu tertulis 'Joko Soegiarto Tjandra'.

"Djoko Tjandra mengajukan PK tanggal 8 Juni 2020 menggunakan KTP yang baru dicetak pada hari yang sama," ujar Boyamin dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Rekam data itu, disebut Boyamin, dilakukan Djoko Tjandra di kantor Dinas Dukcapil Jakarta Selatan yang berada di Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama.

Boyamin menyebut data KTP Djoko Tjandra itu berbeda dari dokumen lama. Dia juga mengatakan Djoko Tjandra seharusnya tidak bisa melakukan rekam data KTP elektronik karena sesuai ketentuan datanya nonaktif.

"Djoko Soegiarto Tjandra karena di luar negeri hingga Mei 2020 dan tidak melakukan rekam data KTP elektronik, maka sesuai ketentuan datanya nonaktif sejak 31 Desember 2018," kata Boyamin.

"Meskipun datanya telah nonaktif, ternyata Djoko S Tjandra diduga bisa melakukan cetak KTP elektronik pada tanggal 8 Juni 2020 dan diduga melakukan rekam data pada tanggal yang sama, 8 Juni 2020," imbuhnya.

Berikut Aksi Serba Kilat Djoko Tjandra Bikin e-KTP hingga Daftar PK Tak Terendus Aparat:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6 7