Round-Up

Di Balik Humor Gus Dur soal '3 Polisi Jujur'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 07:15 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi media sosial (Edi Wahyono)

Sementara itu, IS dipanggil dan diklarifikasi Polres Kepulauan Sula itu angkat bicara. Dia mengungkap alasan menulis candaan itu.

"Posting-nya semua kebetulan aja. Iya karena saya lihat artikelnya saya senang dengan guyonan-guyonan Gus Dur," kata IS saat dihubungi, Kamis (18/6/2020).

Saat menemukan lelucon tersebut, IS kemudian menulis kembali candaan Gus Dur itu di dinging Facebook-nya pada Jumat (12/6) kemarin. Dia menyebut tidak ada maksud lain dari posting-an itu.

"Mungkin salah satu kebetulan aja saya copy-nya itu, kutipnya itu menyangkut dengan polisi. Itu saja nggak ada maksud yang lain," ujarnya.

"Iya itu aja yang normal-normal, biasa-biasa aja seperti orang lain itu ngutip-ngutip kata-kata bijak tokoh-tokoh besar. Gitu-gitu aja," tutur IS.

IS mengaku kaget saat dipanggil polisi. IS menyebut ini adalah pertama kalinya ia berurusan dengan polisi.

"Saya jadi parno lihat FB nih. Bukan nggak main, tapi sebentar ini saya jadi parno, paling cuma like orang. Mau posting saya takut seperti gimana gitu, kan baru pertama alami seperti hal begini mbak," jelasnya.

Sebelumnya, IS juga pernah menulis candaan Gus Dur. Namun tulisan itu tidak menimbulkan masalah.

Ada cerita menarik di balik humor Gus Dur soal polisi ini. Candaan itu sudah banyak disampaikan dan dimuat di buku-buku tentang Gus Dur, di antaranya di buku 'Mati Tertawa Bareng Gus Dur' karya Bahrudin Achmad, 'Koleksi Humor Gus Dur' karya Guntur Wiguna, 'Tertawa Ala Gus Dur, Humor Sang Kyai' karya Imron Nawawi, dan buku-buku lainnya. Namun tidak semua buku menjelaskan perihal konteks munculnya lelucon ini.

Buku karya Muhammad Zikra berjudul 'Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia', menjadi salah satu buku yang menerangkan konteks munculnya lelucon ini.

Ceritanya, Gus Dur sedang ngobrol-ngobrol santai dengan para wartawan di rumahnya, Jalan Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan. Keluarlah lelucon soal tiga polisi jujur itu.

"Lelucon yang sebenarnya juga kritikan itu dilontarkan untuk menjawab pertanyaan wartawan perihal moralitas polisi yang kian banyak dipertanyakan," tulis Muhammad Zikra di halaman 20 buku itu.

Lalu Gus Dur menjawab pertanyaan wartawan seraya berseloroh, "Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hugeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi, dan polisi tidur."

Buku dari mantan Menteri Riset dan Teknologi, Muhammad AS Hikam, berjudul 'Gus Durku , Gus Dur Anda, Gus Dur Kita' juga menjelaskan perihal konteks munculnya lelucon ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4