BKSDA DKI Kirim Orang Utan dan Beruang ke Kalteng untuk Dikarantina

Zunita Amalia Putri - detikNews
Kamis, 19 Apr 2018 20:44 WIB
BKSDA menggelar konferensi pers soal rencana translokasi orang utan dan beruang madu ke Kalteng guna dikarantina sebelum dilepas ke habitat aslinya. (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Seekor orang utan (Pongo pygmaeus) bernama Jono dan beruang madu (Helarctos malayanus) bernama Baddy akan dipindahkan (translokasi) ke pusat karantina milik Orangutan Foundation International (OFI). Translokasi dilakukan untuk mengkarantina kedua hewan ini sebelum dilepas ke habitatnya.

"Translokasi ini memindahkan orang utan Kalimantan yang namanya Jono dan Baddy beruang madu. Jadi kita akan pindahkan dari Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur ke pusat rehabilitasi Orangutan Care and Center Quarantine (OCCQ) yang ada di Pangkalan Bun," ujar Kepala Balai KSDA Jakarta Ahmad Munawir di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, Jalan Benda Raya, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (19/4/2018).


Kedua satwa dilindungi ini akan direhabilitasi di OCCQ yang berada di Desa Pasir Panjang, Kotawaringin Barat, Kalteng. Nantinya Jono dan Baddy akan kembali dilepasliarkan di habitatnya di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng.

"Jono dan Baddy akan menjalani rehabilitasi selama beberapa waktu di OCCQ hingga kemudian dapat kembali dilepasliarkan ke habitatnya di Taman Nasional Tanjung Puting," jelasnya.

BKSDA DKI Kirim Orangutan dan Beruang ke Kalteng untuk DikarantinaOrang utan bernama Jono (dok. BKSDA DKI)


Selama dikarantina nanti, para satwa ini akan diajari beradaptasi dan bersosialisasi dengan habitat aslinya. Sebab, selama di PPS satwa-satwa itu tidak bersosialisasi dengan hewan yang jenisnya sama.

"Jadi nanti karantina dia akan mendapat tempat yang lebih luas, terus dia bisa lihat hutan dan bisa bersosialisasi dengan orang utan lainnya. Nanti dikarantina, diajarkan bagaimana mencari makan dan memanjat. Yang paling penting, dia harus pintar membuat sarang. Sebab, itu ada tahapannya," lanjut Ahmad.


Sementara itu, perwakilan OFI Jakarta, Reni, mengatakan telah menyiapkan program rehabilitasi untuk Jono dan Baddy sebelum ia dilepasliarkan ke habitatnya.

"Kami pada dasarnya sudah siap karena program rehabilitasi dan karantina itu memang sudah menjadi pekerjaan kami di Pangkalan Bun, dalam hal ini karena Jono sudah dewasa, makanya perlu kandang khusus yang lebih besar dan kemarin di orang utan call center, kita sudah siapkan kandang yang lebih besar untuk dia," ujar Reni.


Beruang madu bernama BaddyBeruang madu bernama Baddy (dok. BKSDA DKI)

Jono dan Baddy adalah satwa yang dirawat sementara oleh PPS Tegal Alur. Jono diserahkan pemiliknya secara sukarela kepada Balai KSDA Jakarta. Orang utan ini sudah dirawat di PPS Tegal Alur selama sekitar 6 tahun.

Sedangkan Baddy adalah beruang madu yang diperoleh dari hasil sitaan Polda Metro Jaya, yang kemudian diserahkan kepada Balai KSDA Jakarta pada 4 April 2017.


Rencananya, Baddy dan Jono diberangkatkan pada Senin (23/4) pukul 09.00 WIB. Penerbangan akan dilakukan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Dalam acara ini juga hadir Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (jbr/jbr)