Pohon Cempedak di Klaten Ini Buahnya Puluhan hingga Nempel Tanah

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 13:34 WIB
Pohon buah cempedak yang buahnya nempel di tanah, Klaten, Rabu (20/10/2021).
Pohon buah cempedak yang buahnya nempel di tanah, Klaten, Rabu (20/10/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pohon buah cempedak Klaten, Jawa Tengah tumbuh dan berbuah puluhan di pangkal batang sehingga tergeletak di tanah. Seperti apa?

"Itu saja yang sudah dipanen ada kalau 25 buah. Masih ada sisanya 20-an" ungkap pemilik pohon, Endang (62), kepada detikcom di rumahnya Dusun Tanggulangin, Desa Padas, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (20/10/2021).

Menurut Endang, sepengetahuannya pohon cempedak itu bukan berasal dari cangkok atau stek. Dia bercerita suaminya sekitar 10 tahun yang lalu.

"Sudah 10 tahun, benihnya dari Kabupaten Karanganyar. Pohon terus berbuah sampai saat ini," lanjut Endang.

Pantauan detikcom, pohon cempedak itu tingginya baru sekitar 3 meter. Ditanam di tanah langsung di depan rumah di tepi jalan raya Karanganom-Jatinom.

Puluhan buah tumbuh di batang bawah dan menempel di tanah. Di dahan atas juga terdapat buah tapi jumlahnya tidak sebanyak di bawah yang menempel di tanah.

Karena banyaknya buah, sebut Endang, keluarganya mempersilahkan siapapun yang mau memetiknya. Ada yang disayur dan ada yang dimakan saat masak.

"Siapapun silakan, tidak dijual, siapa saja yang mau silakan ambil. Kalau masak baunya harum, kalau disayur biasanya setelah kuah matang baru dimasukkan," jelas Endang.

Suami Endang, Suripno (69), pohon itu dia beli diKaranganyar 10 tahun silam. Pun tak ada perawatan khusus pada pohon itu selama ini.

Saat ini, ungkap Suripno, buah cempedak yang masih ada pada pohonnya tinggal sekitar 22. Sebelumnya jumlah buahnya mencapai dua kali lipat dibanding saat ini.

"Ini sudah banyak dipetik tinggal 22, sering untuk selfie-selfie orang lewat. Tidak saya jual, siapa yang mau silakan saja," imbuh Suripno.

Lihat juga video 'Perlindungan Pohon Jenderal Sherman di Taman Nasional di California':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)