ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Pencemaran Parah di Bengawan Solo, Sepekan Bak 'Sungai Limbah Ciu'

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 09:19 WIB
Solo -

Dalam sepekan terakhir, kondisi Bengawan Solo di kawasan Jawa Tengah sangat memprihatinkan. Selain faktor musim kemarau, limbah-limbah industri juga menjadi faktor utama penyebab pencemaran.

detikcom merangkum 9 fakta terkait kondisi Bengawan Solo dalam sepekan.

1. PDAM Solo dan Blora setop operasi

Akibat air Bengawan Solo menghitam pekat, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi, Solo, menyetop produksi. Penghentian operasi ini terjadi beberapa kali dalam sepekan terakhir.

"Pencemaran dari atas tempuran Kali Samin industri rumah tangga ciu," kata Dirut PDAM Solo, Agustan saat ditemui detikcom di pos pengambilan air di Semanggi, Solo, Selasa (7/9).

Peristiwa serupa juga terjadi di Blora. Akibatnya 12 ribu pelanggan terdampak langsung karena ada penghentian distribusi air akibat tercemarnya Bengawan Solo.

"Untuk sementara pendistribusian kita hentikan dulu. Airnya hitam pekat sudah tidak bisa diolah lagi," kata Dirut PDAM Blora, Yan Ria Pramono, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/09).

2. Ikan teler di Blora diserbu warga

Namun di tengah pencemaran, warga tetap memanfaatkan situasi itu untuk mencari ikan mabuk atau disebut pladu. Pencemaran sungai memang membuat ikan-ikan teler dan mengapung di permukaan.

3. Ribuan ikan mati di Klaten

Ribuan ikan dari berbagai jenis di anak sungai Bengawan Solo, Sungai Dengkeng, Kecamatan Cawas, Klaten mati mendadak. Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Pemkab Klaten menduga ada dua kemungkinan penyebab matinya ikan massal itu.

"Kalau penyebabnya yang mengarah ada dua. Bisa karena polutan dan bisa karena musim," kata Kasi Perikanan Tangkap DKPP Pemkab Klaten, Murtopo, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (9/9).

4. IPAL komunal industri ciu belum dibangun

Pencemaran tak kunjung membaik, salah satunya karena rencana pembangunan IPAL komunal untuk sentra industri alkohol di Sukoharjo yang tak kunjung terealisasi. Rencana sejak 2019 itu terkendala pandemi COVID-19.

"Kemarin (pembuatan IPAL komunal industri alkohol) terkendala pandemi, tapi sudah kita ajukan lagi untuk 2022. Harapannya tahun depan sudah selesai," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, Widi Hartanto saat dijumpai di Solo, Rabu (8/9).

Selanjutnya: 4 perusahaan terancam pidana...



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT